Alif, Si Pemancing Ulung

Hai, namaku Muhammad Alif Abiansyah, orang tuaku memanggilku Alif. Aku lahir di Bogor, 12 Feb 2012 dan kini usiaku 4 tahun.

Pertama kali aku didiagnosa memiliki kanker Neuroblastoma pada tahun 2015. Ketika usiaku masih 3 tahun. Saat ini, sudah 1,5 tahun aku dirawat di RS Kanker Dharmais. Awalnya aku dirawat di RS Thamrin. Namun, setelah dioperasi terjadi pembesaran dan akhirnya dirujuk ke RS Kanker Dharmais. Aku sangat suka memancing bersama ayahku. Aku suka saat aku mendapatkan ikan di sungai, kemudian ku berikan kepada ibu. Semenjak memiliki kanker, aku jadi kesulitan untuk memancing bersama ayah.

Saat ini, Aku adalah #AnakPitaKuning. Aku berharap kanker ini segera bisa diobati, dan aku bisa kembali sering memancing bersama ayah. Aku juga ingin bisa belajar di sekolah dan bertemu teman-teman baru nanti.


Reza Setiawan: “Aku Mau Jadi Dokter yang Bisa Ngobatin Banyak Orang”

Namaku Muhammad Reza Setiawan, teman-teman di sekolah biasanya memanggil aku Reza. Saat ini aku berusia 15 tahun dan sedang sekolah kelas 3 SMP. Aku lahir di Jakarta, 19 September 2001. Pertama kali harus berkenalan dengan kanker itu tahun ini.

Di awal tahun 2016 aku merasakan ada benjolan di leherku, tapi tidak sakit. Kemudian, lama-lama benjolan itu semakin banyak. Orang tua ku kemudian memeriksakan aku ke dokter umum agar bisa dicek di laboratorium. Oh ya, saat itu juga leukosit ku tinggi, sehingga harus menjalani rawat inap.

Pada awalnya aku dirawat di RSUD Cengkareng kemudian dilakukan biopsi. Saat itu, hasilnya belum terlalu jelas dan orangtuaku sudah mulai cemas. Setelah, dua bulan, baru ketahuan kalau aku memiliki kanker limfoma non-hodgkin. Karena di RSUD Cengkareng tidak memadai untuk melakukan kemoterapi anak, akhirnya aku dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo. Akhirnya aku dirujuk ke RS Kanker Dharmais hingga saat ini.

Aku sangat suka bermain game online bersama teman-teman ku. Meskipun aku suka bermain game, aku tidak ingin sekolahku terganggu. Karena, jika sudah besar nanti, aku ingin sekali jadi dokter dan bisa mengobati banyak orang khususnya anak-anak yang memiliki kanker.

Aku #AnakPitaKuning, aku ingin bisa kembali bersekolah seperti biasanya dan mewujudkan cita-citaku menjadi seorang dokter.


Jafis, Si Jagoan Main Game

Halo, namaku Muhamad Jafissyah atau biasa dipanggil Jafis, aku adalah #AnakPitaKuning. Aku lahir di Bekasi, 2 Mei 2008. Saat ini aku berusia 8 tahun dan terakhir kali, aku sedang duduk di bangku kelas 2 SD.

Pada bulan Juni 2015 saat di sekolah, tiba-tiba tangan kananku tidak bisa memegang pensil. Aku tidak tahu apa yang terjadi dan merasa cemas. Dua minggu kemudian kaki kananku tidak bisa memakai sandal. Kemudian orangtuaku memeriksakan aku ke dokter. Hingga bulan Oktober 2015, orangtuaku membawaku berobat bolak-balik ke dokter dan ternyata dokter bilang, ada syaraf yang terjepit.

Bulan November, aku mengalami muntah-muntah beberapa kali selama satu minggu. Kemudian aku dibawa ke RS Hermina Bekasi dan dilakukan pemeriksaan. RS menyarankan agar aku dioperasi tapi biayanya mahal sekali. Di bulan yang sama, aku dibawa ke RS Kanker Dharmais. Dokter di sini menyatakan bahwa ada tumor ganas di otakku yang ukurannya sudah sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Pada 21 November 2016 aku mengalami muntah-muntah hebat hampir 24 jam. Keesokan paginya aku sudah tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke ICU. Hingga aku hanya bisa tiduran saja di tempat tidur.

Semenjak dirawat di rumah sakit, aku jadi tidak bisa bermain game di komputer. Padahal aku sangat jago main game di komputer. Aku ingin bisa kembali ke sekolah dan bermain game bersama-teman-temanku.


Ita D. Azly, Taskforce Psikoklinis Anak Pita Kuning

Halo, nama saya Ita D. Azly, atau orang lebih sering mengenal saya dengan panggilan “Mba Ita”. Saya adalah seorang konsultan psikologi & pemerhati work & family life. Selain menjalankan praktek pribadi, saat ini saya juga menjadi mitra psikolog di SAUH Psychological Services. Dalam prakteknya, saya sering kali memberikan pendampingan bagi individu (khususnya remaja & dewasa) serta keluarga melalui konseling & psikoterapi. Selain itu sebagai konsultan psikologi saya juga kerap kali memberikan professional assistance bagi komunitas, organisasi dan perusahaan.

Terjun ke dalam dunia psikologi bagaikan panggilan jiwa bagi diri saya. Bahkan, sejak SMA saya sudah bercita-cita menjadi psikolog. Bagi saya, hal ini lebih dari sekedar passion. Saya mengawali karir dengan terlebih dahulu menempuh pendidikan S1 & S2 di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan kemudian mengawali praktek sejak tahun 1995.

Sejak awal karir saya hingga sekarang sebagai psikolog, banyak pengalaman menarik yang saya bisa dapatkan tentang manusia dan segala keunikannya. Hampir setiap hari saya harus berhadapan dengan berbagai kasus, mulai dari individu (remaja dan dewasa) hingga keluarga. Bagi saya bertemu dengan orang-orang tersebut merupakan salah satu hal menarik dan menyenangkan dari menjadi seorang psikolog.

Kesehatan psikis adalah hal yang penting selain dari kesehatan fisik seseorang. Tidak hanya bagi mereka yang beruntung memiliki kondisi tubuh yang baik, namun juga bagi mereka yang memiliki keterbatasan pada tubuh mereka. Seperti halnya anak pasien kanker, support secara psikis penting bagi mereka. Kesehatan fisik dan psikis adalah satu kesatuan dan saling mempengaruhi.

Alasan saya bergabung dan ingin membantu Pita Kuning adalah karena dua alasan. Pertama, secara personal, saya berminat dan tertarik pada berbagai kegiatan sosial dan untuk kemanusiaan. Hal ini adalah sebagai bentuk dari personal social responsibility dari diri saya. Kedua, secara profesional, saya merasa memiliki bekal ilmu dan pengalaman yang saya rasa dan tahu sangat diperlukan oleh Pita Kuning. Oleh karena itu saya ingin berkontribusi.

Kehadiran saya sebagai salah satu tim ahli dalam mendukung Pita Kuning, diharapkan dapat membantu membuat sebuah formulasi dan rumusan konsep dan disain yang jelas, terarah serta sesuai kebutuhan dalam mendukung efektivitas program dan pencapaian misi yayasan. Membangun kemitraan yang bisa bersinergi dan saling melengkapi, terutama dengan bekal ilmu, pengalaman dan passion yang saya miliki. Karena saya yakin, Pita Kuning memiliki program yang sangat mulia dan memang diperlukan, khususnya bagi pasien kanker anak dan keluarga yg membutuhkan.

Dengan dukungan tim yang baru, harapan saya ke depan bagi Pita Kuning baru adalah, yayasan ini dapat berperan penting mewujudkan kepedulian bagi pasien kanker anak dan keluarga. Yaitu dalam bentuk penyaluran dana bantuan dan pendampingan yang humanis serta profesional bagi pasien kanker anak dan keluarga di seluruh Indonesia.