Warehope.com Sebuah Digital Platform yang Menghubungkan Cancer Fighter, Survivor dan Supporter

Jakarta, 17 Desember 2016 - “Great things are done by a series of small things brought together” - Vincent Van Gogh. Mungkin itulah yang menggambarkan suasana Sabtu siang itu di Kolega Co-Working Place, Tebet dalam acara Share Hope. Pasalnya, Pita Kuning dan beberapa yayasan serta komunitas kanker lainnya, berkumpul bersama, berbagi, serta menjadi bagian dari dukungan soft launching sebuah platform digital sharing bernama warehope.com. Warehope.com adalah sebuah wadah untuk menghubungkan dan saling berbagi bagi para cancer survivor, cancer fighter dan cancer supporter. Pita Kuning, yang diwakili oleh Mba Tyas Handayani selaku Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, mendapatkan kehormatan untuk duduk bersama beberapa yayasan dan komunitas kanker lainnya, dan berbagi mengenai permasalahan kanker. Acara yang bertemakan “Creating Social Support System for Cancer Fighter, Survivor and Supporter” ini turut mengundang beberapa komunitas dan yayasan kanker lainnya seperti, Yayasan Onkologi Anak Indonesia, Komunitas Srikandi, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, dan Cancer Buster Community untuk berbagi cerita dan pengalaman. Kegiatan siang itu diawali dengan talkshow yang pembicaranya terdiri dari Mba Tyas Handayani, Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Ibu Endah, Founder  Komunitas Srikandi dan Ibu Lifina Dewi Pohan, seorang Psikolog Klinis. "Pita Kuning hadir untuk membantu, berusaha untuk dapat selalu memberikan harapan dan kebahagiaan demi meningkatkan kualitas hidup pasien anak dengan kanker”, ujar Mba Tyas yang kala itu bercerita tentang yayasan yang kini ia pimpin dan berfokus pada pemberian perawatan paliatif bagi para pasien anak dengan kanker beserta keluarganya. Selain itu, Ibu Endah dari Komunitas Srikandi berbagi pengalaman terkait perjuangannya melawan kanker dan kini ia menjadi seorang survivor dan aktif melakukan kegiatan pemberian dukungan bersama rekan-rekan komunitas, kepada para perempuan yang memiliki dan sedang berjuang dengan kanker. "Ini bukan jadi musibah, tapi hikmah dan kebaikan bagi keluarga saya.", ujar Ibu Endah yang telah menjadi cancer survivor selama 13 tahun. Bagi beliau kanker yang ia pernah alami memberikan hikmah dan kebaikan khususnya bagi keluarganya, membuat keluarganya lebih dekat. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa berkat kanker yang ia alami, mendatangkan banyak teman baru yang memiliki pengalaman yang sama. Ibu Lifina, seorang Psikolog Klinis menjelaskan tentang bagaimana sih seharusnya penanganan yang tepat untuk para pasien kanker dan juga keluarganya. “Yang dimaksud dengan peduli adalah tidak hanya mengetahui penyakit itu, tapi juga memahami dampaknya”, ujar Ibu Lifina mengenai bagaimana seharusnya sikap orang-orang terdekat dari pasien kanker dalam menangani atau mendampingi mereka. Selain talkshow oleh para tiga pembicara tersebut, para perwakilan komunitas yang hadir juga turut dipersilahkan untuk berbagi cerita dan pengalamannya terkait kanker. Seperti dua orang cancer survivor dari Cancer Buster Community, Cindy, cancer survivor selama 7 tahun & Rama cancer survivor selama 5 tahun juga turut berbagi pengalaman mereka memerangi kanker dan juga dampak sosial dalam kehidupan mereka. Pengalaman dan cerita teman-teman dari berbagai komunitas dan yayasan memberikan pemahaman dan membuka mata satu sama lain tentang bagaimana perjuangan melawan kanker dan bagaimana menyikapi serta memberikan dukungan pada keluarga atau teman terdekat yang memiliki kanker. Semangat teman-teman yang hadir untuk berbagi ini yang juga mendasari diciptakannya platform bernama warehope.com. Siang itu, selain talkshow, juga merupakan sebuah moment kakak-kakak dari @XLFutureLeaders Batch 3, untuk memperkenalkan proyek akhir mereka. “Warehope.com merupakan sebuah platform digital untuk menghubungkan para cancer fighter, survivor dan supporter untuk saling berbagi,”- ungkap Kak Risma Nadira, salah satu @XLFutureLeaders Batch 3, yang juga merupakan Founder warehope.com. Dengan adanya warehope.com, diharapkan semakin banyak para cancer fighter yang tidak merasa sendiri dalam menjalani perjuangan mereka, serta akan lebih banyak para cancer survivor yang dapat berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Selain itu platform ini juga dapat menjadi wadah bagi para individu atau organisasi yang ingin memberikan dukungan kepada mereka yang sedang berjuang melawan kanker. Because, the more we share, the more we have.

Senam Zumba Bersama PT PP Properti Tbk untuk Membantu Pasien Anak dengan Kanker di Pita Kuning

Jakarta, 18 Desember 2016 - Lebih dari 200 orang penggemar zumba dan keluarga besar PT PP Properti, Tbk. memenuhi Parkir Selatan Senayan, Minggu pagi 18 Desember 2016. Pada kesempatan tersebut, mereka berkumpul untuk bersama-sama menunjukan kepedulian terhadap para pasien anak dengan kanker di Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia melalui kegiatan penggalangan dana Zumba Party for Charity: Hop for Hope.

Hop for Hope merupakan sebuah program Corporate Social Responsibility PT PP Properti, Tbk. yang diselenggarakan sekaligus untuk merayakan HUT ke-3 perusahaan yang bergerak di bidang properti tersebut. Tidak hanya sekedar memberikan dana bantuan saja, namun PT PP Properti, Tbk. mengajak masyarakat untuk turut serta, khususnya para zumba lovers untuk menunjukan kepedulian kepada pasien anak dengan kanker serta mendukung gerakan hidup sehat melalui senam zumba.

Dalam rangkaian ulang tahun PT PP Properti, Tbk. yang ke-3, Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (Pita Kuning), mendapatkan kehormatan untuk bergandengan tangan bersama membantu adik-adik pasien anak dengan kanker melalui serangkaian kegiatan Hop for Hope. Salah satunya, kunjungan ke salah satu rumah Anak Pita Kuning, selaku penerima dana bantuan, Muhammad Jafissyah pada 9 Desember 2016. Para jajaran direksi yang turut hadir dalam kunjungan tersebut merasa tersentuh ketika mengunjungi Jafis, yang memiliki kanker otak, yang membuatnya hanya dapat terbaring di atas kasur.

“Pada kesempatan ini kami memberikan kontribusi dengan memberikan donasi kepada anak-anak penderita kanker melalui Pita Kuning. PT. PP Properti bersama Pita Kuning melakukan satu aksi kemanusiaan, mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan berolahraga melalui senam zumba yang diadakan pada hari Minggu, 18 Desember 2016”, ungkap Taufik Hidayat, Direktur Utama PT PP Properti, Tbk.

Acara diawali dengan prosesi melompat bersama antara Direktur Utama PT PP Properti, Tbk., Bapak Taufik Hidayat, Ketua Pita Kuning, Mba Tyas Handayani dan Zumba Instructor, Mb Deti.

Senam zumba berjalan meriah dan menyenangkan, para peserta melakukan gerakan-gerakan zuma dengan bersemangat, tak terkecuali para jajaran direksi PT PP Properti Tbk., dan para Tim Operasional Pita Kuning. Menariknya, setelah sesi senam zumba berakhir, seluruh peserta zumba tanpa terkecuali diajak untuk melakukan manequin challenge bersama, seru sekali!

Tidak hanya senam zumba bersama, para peserta juga dapat menyaksikan talkshow kesehatan bersama praktisi gaya hidup sehat, Erikar Lebang, membahas tentang food combining. Tidak hanya itu, para peserta senam zumba Hop for Hope juga dapat mengunjungi berbagai booth di healthy bazaar dari para komunitas gaya hidup sehat. Di penghujung acara, jajaran direksi PT PP Properti, Tbk., yang diwakili oleh Bapak Taufik Hidayat, selaku Direktur Utama menyerahkan donasi secara simbolis sebesar Rp. 200 juta rupiah kepada Mba Tyas Handayani, selaku Ketua Pita Kuning. Pita Kuning berharap, kerja sama yang dilakukan bersama PT PP Properti, Tbk. dalam membantu pasien anak dengan kanker dari keluarga prasejatera di Indonesia menjadi suatu kerja sama yang berkelanjutan.

“Kami berharap, PT PP Properti dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam membantu sesama dan berdonasi untuk anak-anak kanker di Indonesia”, tambah Mba Tyas Handayani seraya mengucapkan syukur dan terima kasih yang tak terhingga atas perhatian dan dukungan PP Properti.


Berbagi Cerita Bersama Donatur dalam Pita Kuning Donors Night

Jakarta, 8 Desember 2016 - Setelah berkenalan dengan para teman media dalam Media Luncheon siang hari, Yayasan Pita Kuning Indonesia melanjutkan acara selanjutnya pada malam dengan para donatur melalui Donors Night. Acara yang diadakan di Bebek Bengil Menteng, Jakarta Pusat pukul 19.00 sampai selesai ini mengundang para donatur yang pernah berkontribusi memberikan donasi kepada Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia.

Donors Night yang diadakan oleh Pita Kuning merupakan bentuk apresiasi kepada para donatur yang selama ini terlah membantu keberlangsungan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dan membantu meringankan beban para pasien anak dengan kanker. Selain itu, dalam acara tersebut merupakan momen bagi Pita Kuning baru dalam memperkenalkan diri beserta seluruh tim operasional yang ada, memperkenalkan berbagai layanan Pita Kuning baru yang mengacu pada pemberian perawatan paliatif, serta menyampaikan berbagai aktivitas yang telah Pita Kuning jalankan dengan formulasi barunya saat ini.

Meski malam itu diguyur hujan, tidak menghalangi bagi beberapa perwakilan donatur untuk hadir dan menghadiri acara makan malam dan ramah tamah dengan tema “Kebahagiaan yang Berkelanjutan Bagi Anak-anak dengan Kanker”. Turut hadir pula salah satu dari Keluarga Pita Kuning, orangtua dari Anak Pita Kuning, Alm. M. Rizqy Fadhilla yang baru saja meninggalkan kami bulan lalu.

Beberapa perwakilan donatur yang datang malam hari itu di antaranya Ibu Shirley Pranoto dari PT PwC Indonesia dan Ibu Fatimah Tuzzahra, dari Panen Fashion Indonesia. Para perwakilan donatur berkesempatan untuk bertanya mengenai program layanan Pita Kuning baru dan juga berbagi masukan untuk Pita Kuning ke depannya.

Pada kesempatan kali itu, Mama Rizqy menceritakan bagaimana Pita Kuning membantu dalam menyediakan dukungan selain dari biaya pengobatan, seperti penyediaan alat bantu pernafasan, kebutuhan harian tabung oksigen dan isinya, juga bagaimana Pita Kuning mewujudkan keinginan Alm. Rizqy sebelum dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, yaitu membelikan jersey tim sepakbola favoritnya, PERSIJA, tepat pada malam sebelum Dedek Iqy meninggal.

Dukungan dan bantuan yang diberikan oleh Pita Kuning seperti yang diterima oleh Alm. Rizqy adalah salah satu bentuk dari layanan paliatif yang ditawarkan Pita Kuning. Dengan program dan layanan baru berbasis layanan paliatif, Pita Kuning berharap dapat membuat para pasien dan keluarga menjalani harinya menjadi lebih baik serta meningkatkan kualitas hidup para pasien anak dengan kanker di Indonesia.


Pita Kuning Kenalkan Layanan Paliatif Bagi Pasien Anak dengan Kanker Melalui Media Luncheon

Jakarta, 8 Desember 2016 - Di pagi yang cerah, Tim Operasional Pita Kuning sudah berkumpul di Bebek Bengil, salah satu restoran bernuansa Bali di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Pasalnya, hari ini merupakan hari yang besar bagi Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, yang diketuai oleh Tyas Handayani. Di hari inilah Pita Kuning mengadakan dua kegiatan, yaitu Media Luncheon dan Donors Night untuk bersilaturahmi dan berkenalan dengan teman-teman media dan juga para donatur.

Media Luncheon yang dihadiri oleh 21 media ini selain bertujuan untuk bersilaturahmi dengan para media, juga momen perkenalan Pita Kuning baru dengan teman-teman media, serta memperkenalkan Program Layanan Pita Kuning baru yang memiliki preferensi terhadap Perawatan Paliatif bagi pasien anak dengan kanker. Topik yang diusung oleh Pita Kuning adalah “Kebahagiaan yang Berkelanjutan Bagi Anak-anak dengan Kanker”. Selain dihadiri oleh Tim Operasional Pita Kuning, Mas Pandji Pragiwaksono selaku Pembina, dan Pakde Indro ‘Warkop’ Djojokusumonegoro, selaku Pengawas, Pita Kuning juga turut mengundang beberapa ahli dan praktisi dalam bidang paliatif serta psikolog keluarga. Ada dr. Siti Anissa Nuhonni, Sp.KFR(K), Ketua Masyarakat Paliatif Indonesia Cabang Jakarta, lalu Suster Rina Wahyuni, Koordinator Suster Rachel House Indonesia, juga  Mba Ita D. Azly, Psikolog Keluarga yang juga menjadi relawan ahli Pita Kuning. Para ahli dan praktisi yang diundang berbagi pengalaman, cerita dan juga testimoni terkait dengan perawatan paliatif yang menjadi salah satu misi dari  Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dalam membantu pasien anak dengan kanker di Indonesia. "Ketika ia punya kanker, haruskah dijauhkan dari kegiatan kanak-kanaknya? Tidak. Jadi, perawatan paliatif sangat membantu mereka.", ujar dr. Siti Anissa Nuhonni atau yang kerap disapa dr. Honni. aa Dalam kesempatan kali itu, Mba Tyas Handayani, selaku ketua Pita Kuning baru juga turut menjelaskan tiga layanan utama dari Pita Kuning baru, yaitu penyaluran dana bantuan, penyaluran pendampingan dan layanan pemberian akses informasi lewat Pita Kuning Careline. "Orangtua yang menghadapi fakta bahwa sang anak menderika kanker maka mereka pun akan mengalami reaksi emosional yang luar biasa seperti shock, penyangkalan, marah pada diri sendiri, cemas, takut, bingung, frustasi, stress dan bahkan depresi," Mba Ita D. Azly menjelaskan kepada rekan media tentang dampak psikologis keluarga dari pasien anak dengan kanker. 1 Oleh karena itu, Pita Kuning hadir memberikan pendampingan bagi pasien anak dengan kanker melalui program layanan penyaluran pendampingan. Secara berkala, kakak-kakak relawan Pita Kuning mendatangi keluarga dengan Anak Pita Kuning dan melakukan pendampingan. Dalam pendampingan tersebut Anak Pita Kuning akan diajak belajar dan bermain bersama, seperti membaca, menulis, berhitung dan mewarnai. Kehadiran kakak-kakak relawan pendampingan Pita Kuning yang nantinya diharapkan dapat mengurangi beban psikologis anak dan juga keluarga dari anak pasien kanker. Suasana menjadi sedikit haru ketika diputarnya video testimoni dari salah satu keluarga Anak Pita Kuning yaitu Muhammad Jafissyach atau yang dikenal dengan Jafis. Jafis adalah Anak Pita Kuning yang memiliki tumor otak ganas di dalam kepalanya. "Kita niatnya di sini untuk membahagiakan mereka. Kalau pengobatan bolehlah sudah ada BPJS. Lalu kalau menyelamatkan nyawa, itu kan kehendak Yang di Atas. Tapi sebisa mungkin kita bikin mereka bahagia," ujar Mas Pandji, Pembina Pita Kuning ketika berbagi kisah bersama media. Program kebahagiaan yang berkelanjutan adalah bentuk kasih sayang Pita Kuning untuk terus memberikan harapan dan kesempatan bagi pasien anak dengan kanker di Indonesia untuk bisa tersenyum dan bahagia serta memiliki masa depan yang lebih baik.

Syukuran Rumah Pita Kuning Baru Sebagai Pusat Aktivitas Kegiatan Pita Kuning

Jakarta, 27 Oktober 2016 – Meski sore itu diguyur hujan, ada yang berbeda dari sebuah bangunan yang terletak di Jl.Cendrawasih 1, No. 20 A, RT. 001/RW. 003, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Tampak lebih ramai dari biasanya, juga terasa hangat dan akrab. Ternyata hari itu adalah hari syukuran Rumah Baru Pita Kuning. Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia sudah memiliki rumah operasional. Pada hari Kamis, 27 Oktober 2016 yang lalu, kami berkumpul bersama, mempererat silaturahmi, dan yang tak kalah penting, mengucapkan syukur atas berdirinya Rumah Pita Kuning, serta berdoa bersama agar keberadaan Rumah Pita Kuning ini bisa mengoptimalkan usaha Pita Kuning untuk terus membantu adik-adik pasien kanker dari keluarga pra sejahtera.

Syukuran Rumah Pita Kuning juga dimeriahkan dengan kehadiran para pembina, Pandji Pragiwaksono dan Steny Agustaf, serta Pengawas Pita Kuning, Pakde Indro Warkop. Rumah Pita Kuning baru ini sudah beroperasi sejak bulan Oktober 2016, selain dijadikan sebagai kantor kesekretariatan Pita Kuning, rumah ini akan menjadi learning centre bagi para relawan pendampingan dan komunitas pendukung untuk belajar dan juga berkumpul. Ke depannya, Rumah Pita Kuning akan menjadi pusat layanan dan informasi bagi pasien kanker anak juga keluarganya yang membutuhkan bantuan.

Selain para Pembina dan Pengawas, Syukuran Rumah Pita Kuning juga turut dihadiri oleh Ketua Pita Kuning periode 2013-2015 Lanang Aribowo dan juga para relawan Pita Kuning. Dalam acara syukuran tersebut sekaligus momen mempresentasikan progres terbaru mengenai kegiatan Pita Kuning dengan formulasi baru. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada beberapa relawan Pita Kuning yang telah berkontribusi sejak lama sebagai apresiasi terhadap usaha dan kerja keras para relawan tersebut membantu Pita Kuning mencapai misinya.

Mas Lanang Aribowo, Ketua Pita Kuning Periode 2013-2015  & Mba Tyas Handayani, Ketua Pita Kuning baru

Mas Lanang Aribowo, Ketua Pita Kuning Periode 2013-2015 & Mba Tyas Handayani, Ketua Pita Kuning baru

Setelah acara penghargaan, doa bersama pun turut dilakukan dengan dipandu oleh Ustadz Yus, dengan harapan, setelah dilakukan syukuran ini, segala langkah yang ditempuh oleh Pita Kuning baru dapat menjadi berkah untuk semua. Tidak hanya bermanfaat bagi para penerima bantuan, tapi juga menjadi berkah dan ladang amal baik bagi teman-teman Pita Kuning. Harapan kami, Rumah Pita Kuning baru ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan dan kualitasnya sebagai sebuah yayasan yang profesional.

2016-10-27-17-19-17

Pembacaan doa dipimpin oleh Ustadz Yuz

Acara dilanjutkan dengan potong tumpeng oleh Pembina Pita Kuning, Mas Pandji Pragiwaksono, yang kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama.

2016-10-27-17-24-10

2016-10-27-17-28-13

Sebelum acara berakhir, para Pembina dan pengawas Pita Kuning, Mas Pandji, Mas Steny dan Pakde Indro diajak berkeliling dan melihat-lihat kondisi lantai dua dan tiga Rumah Pita Kuning oleh Mba Tyas dan Mba Tika selaku Wakil Ketua Pita Kuning. Pada kesempatan itu juga Mba Tyas dan Mba Tika menunjukan beberapa karya mural di dinding lantai satu hasil pengerjaan oleh salah satu volunteer skill Pita Kuning, Kak Bopik dan Kak Dyaz. Bahkan para tamu yang hadir, juga menyempatkan diri berfoto di salah satu sudut yang memang dirancang untuk diabadikan.

2016-10-27-17-37-02

2016-10-27-17-37-16

“Rumah Pita Kuning ini terasa homey dan menyenangkan. Semoga hal ini bisa menjadi langkah yang baik bagi Pita Kuning, karena Rumah Pita Kuning akan menjadi representasi kita sebagai sebuah yayasan yang profesional. Diharapkan para relawan pendampingan juga nantinya akan lebih betah berkumpul di sini.”, ujar Pakde Indro.

Semoga, harapan tersebut dapat terwujud dan Rumah Pita Kuning tidak hanya menjadi rumah yang nyaman bagi para Angels, namun juga bagi para anak pasien kanker dan juga keluarganya.


Alif, Si Pemancing Ulung

Hai, namaku Muhammad Alif Abiansyah, orang tuaku memanggilku Alif. Aku lahir di Bogor, 12 Feb 2012 dan kini usiaku 4 tahun.

Pertama kali aku didiagnosa memiliki kanker Neuroblastoma pada tahun 2015. Ketika usiaku masih 3 tahun. Saat ini, sudah 1,5 tahun aku dirawat di RS Kanker Dharmais. Awalnya aku dirawat di RS Thamrin. Namun, setelah dioperasi terjadi pembesaran dan akhirnya dirujuk ke RS Kanker Dharmais. Aku sangat suka memancing bersama ayahku. Aku suka saat aku mendapatkan ikan di sungai, kemudian ku berikan kepada ibu. Semenjak memiliki kanker, aku jadi kesulitan untuk memancing bersama ayah.

Saat ini, Aku adalah #AnakPitaKuning. Aku berharap kanker ini segera bisa diobati, dan aku bisa kembali sering memancing bersama ayah. Aku juga ingin bisa belajar di sekolah dan bertemu teman-teman baru nanti.


Reza Setiawan: “Aku Mau Jadi Dokter yang Bisa Ngobatin Banyak Orang”

Namaku Muhammad Reza Setiawan, teman-teman di sekolah biasanya memanggil aku Reza. Saat ini aku berusia 15 tahun dan sedang sekolah kelas 3 SMP. Aku lahir di Jakarta, 19 September 2001. Pertama kali harus berkenalan dengan kanker itu tahun ini.

Di awal tahun 2016 aku merasakan ada benjolan di leherku, tapi tidak sakit. Kemudian, lama-lama benjolan itu semakin banyak. Orang tua ku kemudian memeriksakan aku ke dokter umum agar bisa dicek di laboratorium. Oh ya, saat itu juga leukosit ku tinggi, sehingga harus menjalani rawat inap.

Pada awalnya aku dirawat di RSUD Cengkareng kemudian dilakukan biopsi. Saat itu, hasilnya belum terlalu jelas dan orangtuaku sudah mulai cemas. Setelah, dua bulan, baru ketahuan kalau aku memiliki kanker limfoma non-hodgkin. Karena di RSUD Cengkareng tidak memadai untuk melakukan kemoterapi anak, akhirnya aku dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo. Akhirnya aku dirujuk ke RS Kanker Dharmais hingga saat ini.

Aku sangat suka bermain game online bersama teman-teman ku. Meskipun aku suka bermain game, aku tidak ingin sekolahku terganggu. Karena, jika sudah besar nanti, aku ingin sekali jadi dokter dan bisa mengobati banyak orang khususnya anak-anak yang memiliki kanker.

Aku #AnakPitaKuning, aku ingin bisa kembali bersekolah seperti biasanya dan mewujudkan cita-citaku menjadi seorang dokter.


Jafis, Si Jagoan Main Game

Halo, namaku Muhamad Jafissyah atau biasa dipanggil Jafis, aku adalah #AnakPitaKuning. Aku lahir di Bekasi, 2 Mei 2008. Saat ini aku berusia 8 tahun dan terakhir kali, aku sedang duduk di bangku kelas 2 SD.

Pada bulan Juni 2015 saat di sekolah, tiba-tiba tangan kananku tidak bisa memegang pensil. Aku tidak tahu apa yang terjadi dan merasa cemas. Dua minggu kemudian kaki kananku tidak bisa memakai sandal. Kemudian orangtuaku memeriksakan aku ke dokter. Hingga bulan Oktober 2015, orangtuaku membawaku berobat bolak-balik ke dokter dan ternyata dokter bilang, ada syaraf yang terjepit.

Bulan November, aku mengalami muntah-muntah beberapa kali selama satu minggu. Kemudian aku dibawa ke RS Hermina Bekasi dan dilakukan pemeriksaan. RS menyarankan agar aku dioperasi tapi biayanya mahal sekali. Di bulan yang sama, aku dibawa ke RS Kanker Dharmais. Dokter di sini menyatakan bahwa ada tumor ganas di otakku yang ukurannya sudah sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Pada 21 November 2016 aku mengalami muntah-muntah hebat hampir 24 jam. Keesokan paginya aku sudah tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke ICU. Hingga aku hanya bisa tiduran saja di tempat tidur.

Semenjak dirawat di rumah sakit, aku jadi tidak bisa bermain game di komputer. Padahal aku sangat jago main game di komputer. Aku ingin bisa kembali ke sekolah dan bermain game bersama-teman-temanku.


Ali Hasan, Calon Polisi yang Jago Bernyanyi

Hai, namaku Ali Hasan, aku adalah #AnakPitaKuning. Bulan Agustus lalu, aku genap berusia 5 tahun.

Di awal tahun 2012, saat usiaku bahkan belum menginjak satu tahun aku mengalami kecelakaan. Aku mengalami patah kaki pada kecelakaan tersebut. Kemudian, setelah beberapa bulan ternyata timbul benjolan. Satu tahun kemudian, aku menjalani operasi. Ternyata, dari hasil operasi tersebut dokter bilang ditemukan kanker otot. Kemudian aku menjalani pemeriksaan kembali di RS Dharmais dan aku dinyatakan kanker syaraf stadium 4.

Aku suka sekali bernyanyi, aku ingin terus bisa bernyanyi dan menghibur orang-orang disekitarku. Kalau nanti kanker di tubuhku sudah tidak ada, aku ingin bisa sekolah. Aku tidak sabar ingin bersekolah, karena aku punya cita-cita menjadi polisi atau seorang dokter.


Rizal Bani, Gamer Tangguh yang Ingin Jadi Presiden

Halo, namaku Syamsur Rizal Bani Zamzam, biasa dipanggil sama teman-teman Rizal. Aku lahir di Tangerang, 20 April 2009 dan saat ini aku berusia 7 tahun loh.. Oh ya aku juga baru masuk SD kelas satu. Pertama kali didiagnosa kanker, aku masih berumur 4 tahun. Saat itu, kira-kira Oktober 2013 aku mengalami demam beberapa kali. Kemudian ayah dan ibu membawaku ke RS Sari Asih untuk diperiksa. Dokter bilang, ada monster jahat yang berada di dalam pankreasku. Monster jahat itu bernama kanker. Saat dokter memberitahukan kedua orang tuaku, mereka tidak percaya. Akhirnya mereka membawaku ke rumah sakit lain yaitu RS Fatmawati. Tapi sayang, ketika dibawa ke RS Fatmawati, kondisi tubuhku semakin memburuk, berat badanku pun turun. Karena berbagai hal dan pertimbangan akhirnya aku pun kembali lagi ke RS Sari Asih dan hingga akhirnya dirujuk ke RS Kanker Dharmais sampai sekarang. Aku suka sekali dengan transformer dan main game, setiap game yang aku mainkan, aku selalu tertantang untuk menang. Ketika menjalani perawatan atau sedang bosan aku pasti main game. Aku ingin sekali dapat menjadi gamer yang handal dan tangguh. Tapi, walau aku suka sekali game, aku juga suka belajar. Aku senang belajar, karena aku ingin sekali suatu saat nanti bisa jadi Presiden Indonesia. Saat ini aku adalah #AnakPitaKuning, aku berharap, suatu saat nanti akan ada robot transformer hebat yang akan bantu aku mengalahkan monster jahat di dalam tubuhku, sehingga akau bisa sekolah dengan baik dan meraih cita-citaku untuk menjadi seorang Presiden. Oh ya, juga untuk beli game yang banyak..