Pita Kuning adakan Pembekalan Relawan Pendampingan Psikososial

Jakarta, 17 September 2016 – Pukul 07.00, Rumah Pita baru yang telah selesai menjalani proses renovasi pagi itu didatangi oleh Tim Operasional Pita Kuning. Tujuan kedatangan dari Tim Operasional ke Rumah Pita Kuning yang terletak di depan SMA Cendrawasih 1 Jakarta, Jl. RS Fatmawati, RT. 02/03, Gandaria Selatan, Cilandak tersebut adalah untuk mengadakan Pita Kuning Volunteer Training Day Batch 1. Para relawan pendampingan yang sudah melalui proses seleksi dan interview, akan diberikan pembekalan dan pelatihan awal mengenai peran, tugas, kewajiban, ketentuan dan tata cara dalam mendampingi pasien dan keluarga pasien kanker anak yang berada di bawah naungan Pita Kuning.

Pembekalan dan pelatihan pagi itu dihadiri cukup lengkap oleh Tim Operasional Pita Kuning seperti Mba Tyas Handayani (Ketua Pita Kuning), Mba Mustika Kusumaningtyas (Wakil Ketua Pita Kuning), Kak Eva Noviana (Head of Community Management), Kak Ning Mahayu (Head of Service), Kak Tyas Yahya (Community Coordinator & Service Support), dan Kak Prasetya Ega (Community Coordinator). Mereka semua berkumpul untuk berbagi dan transfer ilmu yang mereka miliki kepada para relawan.

Antusiasme, semangat dan keceriaan terpancar dari wajah para relawan, 8 dari 15 relawan, yang hadir hari itu. Relawan Pita Kuning Batch 1 yang hampir semuanya adalah wanita tersebut berasal dari berbagai daerah di Jabodetabek dan telah bersedia mengikuti kegiatan sebagai relawan pendampingan sesuai syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pita Kuning. Dalam hal perekrutan relawan, Pita Kuning bekerja sama dengan Indorelawan.org, di mana menjadi portal dalam pendaftaran dan penyaringan relawan.

“Relawan adalah ujung tombak terdepan Pita Kuning dalam menjalankan kegiatan pendampingan. Relawan pendampingan bagi kami adalah suatu hal yang esensial dan tidak dapat dipisahkan dari Pita Kuning. Pita Kuning dapat berdiri hingga 10 tahun karena kekuatan dan komitmen relawan yang terus membantu Pita Kuning. Oleh karena itu, penting sekali bagi kami semua untuk dapat berkumpul hari ini dan dalam rangka pembekalan bagi relawan pendamping Pita Kuning.”, ujar Mba Tyas Handayani selaku Ketua Pita Kuning yang juga memberikan pembekalan mengenai sejarah, visi dan misi baru Pita Kuning.

Selain itu, terdapat beberapa materi lain seperti materi tentang kanker dan kanker anak, proses terbentuknya kanker, materi tentang volunteer, dan peraturan serta ketentuan dalam menjadi relawan pendampingan di Pita Kuning. Tak lupa, para relawan juga diberikan pembekalan mengenai protokol atau ketentuan khusus do’s and don’t, dalam melakukan dan menangani pasien kanker anak di bawah naungan Pita Kuning. Hal tersebut misalnya, dalam melakukan pendampingan para relawan Pita Kuning hingga dapat terus memberikan rasa optimisme kepada para pasien kanker anak dan juga keluarganya. Meskipun sedang mengalami masa yang berat dalam hidup dan para relawan dapat merasakannya kesulitannya, hal itu tidak boleh ditunjukkan dan justru harus terus memberikan dukungan semangat. Hal tersebut merupakan salah satu usaha yang dilakukan dalam menjalankan perawatan paliatif (palliative care) yang menjadi dasar dalam kegiatan pendampingan Pita Kuning.

Sebagai salah satu unsur support system dari keseluruhan sistem perawatan paliatif, relawan pendampingan menjadi salah satu elemen penting dalam membantu meningkatkan kualitas hidup pasien kanker anak dan keluarganya menjadi lebih baik dan berarti dalam menjalani masa pengobatan. Oleh karena itu, dengan mengadakan pelatihan dan pembekalan ini, Pita Kuning berharap, akan lahir para relawan-relawan baru yang profesional dalam menjalani tugasnya sebagai pendamping pasien dan keluarga pasien kanker anak, dan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan semaksimalnya.


Pentingnya Perawatan Paliatif pada Pasien Kanker Anak

Menurut data Litbang Kesehatan RI tahun 2013, prevelensi penyakit kanker pada anak kelompok usia 1-4 tahun dan 5-14 tahun masing-masing sebesar 0.1% dari total keseluruhan kasus yang ada. Dalam membangun Pita Kuning yang baru, kedepan Pita Kuning akan menjadi yayasan yang mengkhususkan diri dalam penyaluran layanan perawatan paliatif bagi pasien kanker anak dari keluarga yang tidak mampu. Layanan baru Pita Kuning rencananya akan kami namakan Layanan Psiko-Sosial. Saat ini antara lain formulasi program layanan Psiko-Sosial dari Pita Kuning terdiri dari layanan penyaluran dana bantuan, layanan penyaluran pendampingan pasien dan juga program pembuatan modul pendidikan khusus untuk pasien kanker anak.

Pita Kuning menyadari, selain pengobatan yang diberikan kepada para pasien kanker anak, namun menjaga kualitas hidup dari anak yang menjalani perawatan juga penting, termasuk bagi mereka yang sudah berada pada stadium lanjut. Pemberian bantuan dana untuk proses penanganan kanker dalam tubuh anak, kemudian pemberian dukungan kepada keluarga, memberikan dorongan semangat dan menjaga pikirin anak tetap bahagia yang sejalan dengan tujuan perawatan paliatif adalah bagian dari misi baru Pita Kuning.

Pita Kuning berkesempatan menggali ilmu lebih dalam tentang perawatan paliatif (palliative care) melalui Seminar Awam Kanker yang diadakan oleh Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) di RS Mitra Kemayoran, Senin (22/8) 2016. Pembahasan Perawatan Paliatif dan Manajemen Nyeri disampaikan oleh dr. Edi tehuteru Sp. A. Beliau adalah salah satu dokter onkologi anak dalam menangani pasien kanker anak di RS Kanker Dharmais dan merupakan salah satu Founder dari Pita Kuning.

Perawatan paliatif itu sendiri pada awalnya hanya diartikan sebagai perawatan pada pasien kanker yang sudah tidak responsif terhadap pengobatan kuratif dan berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien kanker, dalam hal ini khusus anak-anak, alih-alih mengobati atau berusaha menyembuhkan penyakit kanker yang ada.

Perawatan paliatif sendiri menurut WHO saat ini sudah berbeda dari 15 tahun yang lalu. Kini, perawatan paliatif adalah kegiatan perawatan secara menyeluruh terhadap tubuh, pikiran dan jiwa anak pasien kanker yang berkesinambungan termasuk pemberian dukungan terhadap keluarga atau pendamping yang ada di sekeliling anak pasien kanker tersebut. Dimulai dari awal diagnosa dan terus berkelanjutan dengan atau tanpa perawatan terhadap penyakitnya. Selain itu, perawatan paliatif juga tidak hanya berhenti setelah pasien meninggal, tetapi masih diteruskan kepada anggota keluarga yang berduka dengan memberikan dukungan.

Dalam praktiknya perawatan dan pelayanan paliatif seperti yang disampaikan oleh dr. Edi memiliki beberapa landasan utama di antaranya; meningkatkan kualitas hidup dan menganggap kematian sebagai proses yang normal, menghilangkan nyeri dan keluhan lain yang mengganggu kebahagiaan pasien anak, menjaga keseimbangan psikologis dan spiritual, berusaha menjaga agar pasien kanker anak tetap aktif sampai akhir hayatnya menjalankan apa yang ia sukai, serta membantu mengatasi suasana dukacita pada keluarga setelah ditinggalkan oleh pasien.

Dalam mendukung kegiatan palliative care secara efektif memerlukan pendekatan multi disiplin yang dapat menjangkau keluarga juga support system yang berada di sekelilingnya walaupun terbatas.

Dengan diberikannya perawatan paliatif terhadap anak pasien kanker, diharapkan anak akan lebih baik dan bahagia dalam menjalani masa pengobatan, penyembuhan bahkan (bagi pasien dalam stadium akut) hingga masa hidupnya berakhir. Begitu pun keluarga yang menjadi orang terdekat pasien juga akan merasakan hal serupa.

Pita Kuning yang baru kini mengarahkan segala upaya pembelajaran dan aktifitas yayasan dalam pemberian perawatan paliatif bagi pasien kanker anak. Pita Kuning percaya, penyaluran bantuan layanan secara menyeluruh dapat membuat para pasien dan keluarga menjalani harinya menjadi lebih baik untuk dijalani.

Apa menurut Angels tentang perawatan paliatif ini? Sampaikan pendapatmu lewat komentar yuk 🙂


Perhimpunan Onkologi Indonesia Adakan Seminar Awam Edukasi Kanker Sebagai Sarana Berbagi Lewat Edukasi

Jakarta, 22 Agustus 2016 Dengan semangat menambah ilmu dan wawasan mengenai kanker, Tim Operasional Pita Kuning yang terdiri dari Mba Tyas Handayani, Kak Eva, Kak Chichi, Kak Ning dan Kak Tyas Yahya menghadiri Seminar Awam Edukasi Kanker yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), Senin (22/8) 2016. Diadakan di Ruang Pertemuan Lantai 6, RS. Mitra Kemayoran, Jalan HBR Motik, Landas Pacu Timur, Kemayoran, Jakarta seminar tersebut juga turut dihadiri oleh berbagai awak media dan beberapa organisasi yang memiliki kepedulian terhadap kanker.

2016-08-22-09-44-09-1

Tim Operasional Pita Kuning yang menghadiri seminar..

Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) sendiri merupakan sebuah perhimpunan dokter seminat dalam bidang onkologi yang bernaung dibawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI). POI didirikan di Jakarta atas prakarsa Perhimpunan Ahli Bedah Tumor Indonesia (PABTI) pada tahun 1987.

Tujuan utama dari POI adalah meningkatkan kemampuan profesionalisme anggota serta meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia melalui upaya penanggulangan kanker. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Seminar Awam Edukasi Kanker ini, yg bertujuan meningkatkan pengetahuan dasar para undangan tentang kanker, sehingga dapat disebarluaskan kepada masyarakat luas.

Berbagai pembicara yang merupakan ahli di bidangnya khususnya dalam bidang penanganan kanker di Indonesia dihadirkan dalam seminar yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta ini.

Pertemuan pada pagi hari itu membahas mengenai wawasan dasar soal kanker seperti epidemiologi kanker, karsinogenesis (proses terjadinya kanker), palliative care bagi pasien kanker hingga peran tim multidisipliner dalam penanganan kanker payudara. Para ahli yang menjadi pembicara pada kesempatan pagi hari itu di antaranya adalah dr. Evlina Suzanna Sp.PA, dr.Elisna Syahruddin, PhD,Sp.P(K), dr. Edi tehuteru Sp. A, serta Dr. Elisabeth Elder yang berasal dari Australia.

2016-08-22-12-35-58

Sesi pertama adalah tentang pemahaman epidemiologi kanker oleh dr. Evlina Suzanna Sp.PA. dr. Evlina merupakan Ketua Bidang Data dan Informasi Komisi Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) yang juga berperan sebagai Ka SuBag Registrasi Kanker, Bagian Penelitian dan Pengembangan di RS Kanker Dharmais. Pada kesempatan tersebut dr. Evlina menjelaskan tentang database penyakit kanker di Indonesia, yang berhubungan dengan sistem pelaporan dan pencatatan dan pengaruhnya terhadap tindak lanjut penyakit kanker itu sendiri.

Setelah itu dr.Elisna Syahruddin, PhD,Sp.P(K) hadir memberikan pemaparan mengenai proses terjadinya kanker mulai dari tahap inisiasi, promosi dan progresi. dr. Elisna merupakan Anggota dari KPKN dan juga merupakan pengurus dari Yayasan Kanker Indonesia dan Perhimpunan Onkologi Indonesia serta merupakan Tim Onkologi di RSUP Persahabatan Jakarta.

Selanjutnya ada pemaparan dari dr. Edi tehuteru Sp. A mengenai palliative care atau perawatan kepada pasien kanker anak kritis untuk meningkatkan kualitas hidupnya selama ia masih hidup. Beliau berpengalaman sebagai salah satu dokter onkologi anak dalam menangani pasien kanker anak di RS Kanker Dharmais dan merupakan salah satu Founder dari Pita Kuning.

Dr Elisabeth Elder, yang menjadi pembicara terakhir pada kesempatan kali itu membawakan materi penutup yang bertajuk “The Role of Multidisciplinary Team in Breast Cancer Treatment” atau Peran Tim Multidisiplin dalam Penanganan Kanker Payudara. Dr Elisabeth Elder sendiri merupakan seorang dokter bedah spesialis payudara di Westmead Breast Cancer Institute. Dokter ahli oncoplastic yang juga berperan sebagai pengajar senior di University of Sidney ini menyampaikan materi yang sangat menarik bagi kakak-kakak Pita Kuning, yang dalam hal ini semua yang menghadiri secara kebetulan adalah perempuan.

2016-08-22-09-44-23

Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Mba Tyas Handayani berdiri bersama rekan-rekan Founder Love Pink (Mba Shanti Persada & Madeline Mutia) & Cancer Information & Support Center (CISC)

Dengan ilmu yang didapat siang itu, Pita Kuning berharap dapat menjadi dasar dalam kegiatan edukasi para pasien, keluarga pasien di bawah naungan Pita Kuning dan juga masyarakat luas terkait dengan penyebaran penyakit kanker. Terlebih karena bulan September sebagai Bulan Kesadaran Kanker Anak, Pita Kuning mengharapkan ilmu yang didapat hari itu dapat bermanfaat dalam pemberian informasi kepada masyarakat mengenai penyebaran kanker pada anak. Kehadiran Pita Kuning dalam seminar tersebut juga merupakan sebuah awal dari perkenalan dengan organisasi dan komunitas kanker lainnya yang ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Nah, kalau Angels, apakah ada kegiatan atau kampanye yang diikuti dalam rangka menyambut Bulan Kesadaran Kanker Anak? Share ceritamu di kolom komentar ya..