Senam Zumba Bersama PT PP Properti Tbk untuk Membantu Pasien Anak dengan Kanker di Pita Kuning

Jakarta, 18 Desember 2016 - Lebih dari 200 orang penggemar zumba dan keluarga besar PT PP Properti, Tbk. memenuhi Parkir Selatan Senayan, Minggu pagi 18 Desember 2016. Pada kesempatan tersebut, mereka berkumpul untuk bersama-sama menunjukan kepedulian terhadap para pasien anak dengan kanker di Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia melalui kegiatan penggalangan dana Zumba Party for Charity: Hop for Hope.

Hop for Hope merupakan sebuah program Corporate Social Responsibility PT PP Properti, Tbk. yang diselenggarakan sekaligus untuk merayakan HUT ke-3 perusahaan yang bergerak di bidang properti tersebut. Tidak hanya sekedar memberikan dana bantuan saja, namun PT PP Properti, Tbk. mengajak masyarakat untuk turut serta, khususnya para zumba lovers untuk menunjukan kepedulian kepada pasien anak dengan kanker serta mendukung gerakan hidup sehat melalui senam zumba.

Dalam rangkaian ulang tahun PT PP Properti, Tbk. yang ke-3, Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (Pita Kuning), mendapatkan kehormatan untuk bergandengan tangan bersama membantu adik-adik pasien anak dengan kanker melalui serangkaian kegiatan Hop for Hope. Salah satunya, kunjungan ke salah satu rumah Anak Pita Kuning, selaku penerima dana bantuan, Muhammad Jafissyah pada 9 Desember 2016. Para jajaran direksi yang turut hadir dalam kunjungan tersebut merasa tersentuh ketika mengunjungi Jafis, yang memiliki kanker otak, yang membuatnya hanya dapat terbaring di atas kasur.

“Pada kesempatan ini kami memberikan kontribusi dengan memberikan donasi kepada anak-anak penderita kanker melalui Pita Kuning. PT. PP Properti bersama Pita Kuning melakukan satu aksi kemanusiaan, mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan berolahraga melalui senam zumba yang diadakan pada hari Minggu, 18 Desember 2016”, ungkap Taufik Hidayat, Direktur Utama PT PP Properti, Tbk.

Acara diawali dengan prosesi melompat bersama antara Direktur Utama PT PP Properti, Tbk., Bapak Taufik Hidayat, Ketua Pita Kuning, Mba Tyas Handayani dan Zumba Instructor, Mb Deti.

Senam zumba berjalan meriah dan menyenangkan, para peserta melakukan gerakan-gerakan zuma dengan bersemangat, tak terkecuali para jajaran direksi PT PP Properti Tbk., dan para Tim Operasional Pita Kuning. Menariknya, setelah sesi senam zumba berakhir, seluruh peserta zumba tanpa terkecuali diajak untuk melakukan manequin challenge bersama, seru sekali!

Tidak hanya senam zumba bersama, para peserta juga dapat menyaksikan talkshow kesehatan bersama praktisi gaya hidup sehat, Erikar Lebang, membahas tentang food combining. Tidak hanya itu, para peserta senam zumba Hop for Hope juga dapat mengunjungi berbagai booth di healthy bazaar dari para komunitas gaya hidup sehat. Di penghujung acara, jajaran direksi PT PP Properti, Tbk., yang diwakili oleh Bapak Taufik Hidayat, selaku Direktur Utama menyerahkan donasi secara simbolis sebesar Rp. 200 juta rupiah kepada Mba Tyas Handayani, selaku Ketua Pita Kuning. Pita Kuning berharap, kerja sama yang dilakukan bersama PT PP Properti, Tbk. dalam membantu pasien anak dengan kanker dari keluarga prasejatera di Indonesia menjadi suatu kerja sama yang berkelanjutan.

“Kami berharap, PT PP Properti dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam membantu sesama dan berdonasi untuk anak-anak kanker di Indonesia”, tambah Mba Tyas Handayani seraya mengucapkan syukur dan terima kasih yang tak terhingga atas perhatian dan dukungan PP Properti.


Berbagi Cerita Bersama Donatur dalam Pita Kuning Donors Night

Jakarta, 8 Desember 2016 - Setelah berkenalan dengan para teman media dalam Media Luncheon siang hari, Yayasan Pita Kuning Indonesia melanjutkan acara selanjutnya pada malam dengan para donatur melalui Donors Night. Acara yang diadakan di Bebek Bengil Menteng, Jakarta Pusat pukul 19.00 sampai selesai ini mengundang para donatur yang pernah berkontribusi memberikan donasi kepada Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia.

Donors Night yang diadakan oleh Pita Kuning merupakan bentuk apresiasi kepada para donatur yang selama ini terlah membantu keberlangsungan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dan membantu meringankan beban para pasien anak dengan kanker. Selain itu, dalam acara tersebut merupakan momen bagi Pita Kuning baru dalam memperkenalkan diri beserta seluruh tim operasional yang ada, memperkenalkan berbagai layanan Pita Kuning baru yang mengacu pada pemberian perawatan paliatif, serta menyampaikan berbagai aktivitas yang telah Pita Kuning jalankan dengan formulasi barunya saat ini.

Meski malam itu diguyur hujan, tidak menghalangi bagi beberapa perwakilan donatur untuk hadir dan menghadiri acara makan malam dan ramah tamah dengan tema “Kebahagiaan yang Berkelanjutan Bagi Anak-anak dengan Kanker”. Turut hadir pula salah satu dari Keluarga Pita Kuning, orangtua dari Anak Pita Kuning, Alm. M. Rizqy Fadhilla yang baru saja meninggalkan kami bulan lalu.

Beberapa perwakilan donatur yang datang malam hari itu di antaranya Ibu Shirley Pranoto dari PT PwC Indonesia dan Ibu Fatimah Tuzzahra, dari Panen Fashion Indonesia. Para perwakilan donatur berkesempatan untuk bertanya mengenai program layanan Pita Kuning baru dan juga berbagi masukan untuk Pita Kuning ke depannya.

Pada kesempatan kali itu, Mama Rizqy menceritakan bagaimana Pita Kuning membantu dalam menyediakan dukungan selain dari biaya pengobatan, seperti penyediaan alat bantu pernafasan, kebutuhan harian tabung oksigen dan isinya, juga bagaimana Pita Kuning mewujudkan keinginan Alm. Rizqy sebelum dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, yaitu membelikan jersey tim sepakbola favoritnya, PERSIJA, tepat pada malam sebelum Dedek Iqy meninggal.

Dukungan dan bantuan yang diberikan oleh Pita Kuning seperti yang diterima oleh Alm. Rizqy adalah salah satu bentuk dari layanan paliatif yang ditawarkan Pita Kuning. Dengan program dan layanan baru berbasis layanan paliatif, Pita Kuning berharap dapat membuat para pasien dan keluarga menjalani harinya menjadi lebih baik serta meningkatkan kualitas hidup para pasien anak dengan kanker di Indonesia.


Pita Kuning Kenalkan Layanan Paliatif Bagi Pasien Anak dengan Kanker Melalui Media Luncheon

Jakarta, 8 Desember 2016 - Di pagi yang cerah, Tim Operasional Pita Kuning sudah berkumpul di Bebek Bengil, salah satu restoran bernuansa Bali di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Pasalnya, hari ini merupakan hari yang besar bagi Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, yang diketuai oleh Tyas Handayani. Di hari inilah Pita Kuning mengadakan dua kegiatan, yaitu Media Luncheon dan Donors Night untuk bersilaturahmi dan berkenalan dengan teman-teman media dan juga para donatur.

Media Luncheon yang dihadiri oleh 21 media ini selain bertujuan untuk bersilaturahmi dengan para media, juga momen perkenalan Pita Kuning baru dengan teman-teman media, serta memperkenalkan Program Layanan Pita Kuning baru yang memiliki preferensi terhadap Perawatan Paliatif bagi pasien anak dengan kanker. Topik yang diusung oleh Pita Kuning adalah “Kebahagiaan yang Berkelanjutan Bagi Anak-anak dengan Kanker”. Selain dihadiri oleh Tim Operasional Pita Kuning, Mas Pandji Pragiwaksono selaku Pembina, dan Pakde Indro ‘Warkop’ Djojokusumonegoro, selaku Pengawas, Pita Kuning juga turut mengundang beberapa ahli dan praktisi dalam bidang paliatif serta psikolog keluarga. Ada dr. Siti Anissa Nuhonni, Sp.KFR(K), Ketua Masyarakat Paliatif Indonesia Cabang Jakarta, lalu Suster Rina Wahyuni, Koordinator Suster Rachel House Indonesia, juga  Mba Ita D. Azly, Psikolog Keluarga yang juga menjadi relawan ahli Pita Kuning. Para ahli dan praktisi yang diundang berbagi pengalaman, cerita dan juga testimoni terkait dengan perawatan paliatif yang menjadi salah satu misi dari  Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dalam membantu pasien anak dengan kanker di Indonesia. "Ketika ia punya kanker, haruskah dijauhkan dari kegiatan kanak-kanaknya? Tidak. Jadi, perawatan paliatif sangat membantu mereka.", ujar dr. Siti Anissa Nuhonni atau yang kerap disapa dr. Honni. aa Dalam kesempatan kali itu, Mba Tyas Handayani, selaku ketua Pita Kuning baru juga turut menjelaskan tiga layanan utama dari Pita Kuning baru, yaitu penyaluran dana bantuan, penyaluran pendampingan dan layanan pemberian akses informasi lewat Pita Kuning Careline. "Orangtua yang menghadapi fakta bahwa sang anak menderika kanker maka mereka pun akan mengalami reaksi emosional yang luar biasa seperti shock, penyangkalan, marah pada diri sendiri, cemas, takut, bingung, frustasi, stress dan bahkan depresi," Mba Ita D. Azly menjelaskan kepada rekan media tentang dampak psikologis keluarga dari pasien anak dengan kanker. 1 Oleh karena itu, Pita Kuning hadir memberikan pendampingan bagi pasien anak dengan kanker melalui program layanan penyaluran pendampingan. Secara berkala, kakak-kakak relawan Pita Kuning mendatangi keluarga dengan Anak Pita Kuning dan melakukan pendampingan. Dalam pendampingan tersebut Anak Pita Kuning akan diajak belajar dan bermain bersama, seperti membaca, menulis, berhitung dan mewarnai. Kehadiran kakak-kakak relawan pendampingan Pita Kuning yang nantinya diharapkan dapat mengurangi beban psikologis anak dan juga keluarga dari anak pasien kanker. Suasana menjadi sedikit haru ketika diputarnya video testimoni dari salah satu keluarga Anak Pita Kuning yaitu Muhammad Jafissyach atau yang dikenal dengan Jafis. Jafis adalah Anak Pita Kuning yang memiliki tumor otak ganas di dalam kepalanya. "Kita niatnya di sini untuk membahagiakan mereka. Kalau pengobatan bolehlah sudah ada BPJS. Lalu kalau menyelamatkan nyawa, itu kan kehendak Yang di Atas. Tapi sebisa mungkin kita bikin mereka bahagia," ujar Mas Pandji, Pembina Pita Kuning ketika berbagi kisah bersama media. Program kebahagiaan yang berkelanjutan adalah bentuk kasih sayang Pita Kuning untuk terus memberikan harapan dan kesempatan bagi pasien anak dengan kanker di Indonesia untuk bisa tersenyum dan bahagia serta memiliki masa depan yang lebih baik.

Alif, Si Pemancing Ulung

Hai, namaku Muhammad Alif Abiansyah, orang tuaku memanggilku Alif. Aku lahir di Bogor, 12 Feb 2012 dan kini usiaku 4 tahun.

Pertama kali aku didiagnosa memiliki kanker Neuroblastoma pada tahun 2015. Ketika usiaku masih 3 tahun. Saat ini, sudah 1,5 tahun aku dirawat di RS Kanker Dharmais. Awalnya aku dirawat di RS Thamrin. Namun, setelah dioperasi terjadi pembesaran dan akhirnya dirujuk ke RS Kanker Dharmais. Aku sangat suka memancing bersama ayahku. Aku suka saat aku mendapatkan ikan di sungai, kemudian ku berikan kepada ibu. Semenjak memiliki kanker, aku jadi kesulitan untuk memancing bersama ayah.

Saat ini, Aku adalah #AnakPitaKuning. Aku berharap kanker ini segera bisa diobati, dan aku bisa kembali sering memancing bersama ayah. Aku juga ingin bisa belajar di sekolah dan bertemu teman-teman baru nanti.


Reza Setiawan: “Aku Mau Jadi Dokter yang Bisa Ngobatin Banyak Orang”

Namaku Muhammad Reza Setiawan, teman-teman di sekolah biasanya memanggil aku Reza. Saat ini aku berusia 15 tahun dan sedang sekolah kelas 3 SMP. Aku lahir di Jakarta, 19 September 2001. Pertama kali harus berkenalan dengan kanker itu tahun ini.

Di awal tahun 2016 aku merasakan ada benjolan di leherku, tapi tidak sakit. Kemudian, lama-lama benjolan itu semakin banyak. Orang tua ku kemudian memeriksakan aku ke dokter umum agar bisa dicek di laboratorium. Oh ya, saat itu juga leukosit ku tinggi, sehingga harus menjalani rawat inap.

Pada awalnya aku dirawat di RSUD Cengkareng kemudian dilakukan biopsi. Saat itu, hasilnya belum terlalu jelas dan orangtuaku sudah mulai cemas. Setelah, dua bulan, baru ketahuan kalau aku memiliki kanker limfoma non-hodgkin. Karena di RSUD Cengkareng tidak memadai untuk melakukan kemoterapi anak, akhirnya aku dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo. Akhirnya aku dirujuk ke RS Kanker Dharmais hingga saat ini.

Aku sangat suka bermain game online bersama teman-teman ku. Meskipun aku suka bermain game, aku tidak ingin sekolahku terganggu. Karena, jika sudah besar nanti, aku ingin sekali jadi dokter dan bisa mengobati banyak orang khususnya anak-anak yang memiliki kanker.

Aku #AnakPitaKuning, aku ingin bisa kembali bersekolah seperti biasanya dan mewujudkan cita-citaku menjadi seorang dokter.


Jafis, Si Jagoan Main Game

Halo, namaku Muhamad Jafissyah atau biasa dipanggil Jafis, aku adalah #AnakPitaKuning. Aku lahir di Bekasi, 2 Mei 2008. Saat ini aku berusia 8 tahun dan terakhir kali, aku sedang duduk di bangku kelas 2 SD.

Pada bulan Juni 2015 saat di sekolah, tiba-tiba tangan kananku tidak bisa memegang pensil. Aku tidak tahu apa yang terjadi dan merasa cemas. Dua minggu kemudian kaki kananku tidak bisa memakai sandal. Kemudian orangtuaku memeriksakan aku ke dokter. Hingga bulan Oktober 2015, orangtuaku membawaku berobat bolak-balik ke dokter dan ternyata dokter bilang, ada syaraf yang terjepit.

Bulan November, aku mengalami muntah-muntah beberapa kali selama satu minggu. Kemudian aku dibawa ke RS Hermina Bekasi dan dilakukan pemeriksaan. RS menyarankan agar aku dioperasi tapi biayanya mahal sekali. Di bulan yang sama, aku dibawa ke RS Kanker Dharmais. Dokter di sini menyatakan bahwa ada tumor ganas di otakku yang ukurannya sudah sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Pada 21 November 2016 aku mengalami muntah-muntah hebat hampir 24 jam. Keesokan paginya aku sudah tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke ICU. Hingga aku hanya bisa tiduran saja di tempat tidur.

Semenjak dirawat di rumah sakit, aku jadi tidak bisa bermain game di komputer. Padahal aku sangat jago main game di komputer. Aku ingin bisa kembali ke sekolah dan bermain game bersama-teman-temanku.


Kenali Tahapan Terjadinya Kanker (Karsinogenesis) dan Resiko Penyebab Kanker Sejak Dini

Kanker merupakan salah satu dari lima penyakit tidak menular penyebab kematian terbesar di Indonesia (BPJS, 2014-2015). Dengan total kasus lebih dari 500.0000 sepanjang tahun 2014-2015, menjadikan kanker sebagai salah satu penyakit yang perlu diperhatikan secara serius.

Pada Senin, 22 Agustus 2016, Pita Kuning berkesempatan menghadiri Seminar Awam Kanker yang diadakan oleh Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) di RS Kemayoran. Melalui artikel ini, kami ingin membagi pengalaman yang telah kami dapat kepada Angels semua.

Salah satu sesi yang tentunya Pita Kuning ikuti adalah dari dr.Elisna Syahruddin, PhD,Sp.P(K) dengan topik “Karsinogenesis”. Pemaparan yang beliau berikan mengenai proses terjadinya kanker mulai dari tahap inisiasi, promosi dan progresi. dr. Elisna merupakan Anggota dari KPKN dan juga merupakan pengurus dari Yayasan Kanker Indonesia dan Perhimpunan Onkologi Indonesia serta merupakan Tim Onkologi di RSUP Persahabatan Jakarta.

“Penyakit gen di sini bukan berarti kanker merupakan penyakit genetik atau keturunan, dengan kata lain, kanker bukan lah sebuah penyakit keturunan.”, ujar dr. Elisna dalam seminarnya.

Kanker adalah sebuah penyakit gen yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang tidak normal, dapat menginvasi jaringan sekitarnya dan atau bermetastatis (berpindah) ke organ lain. Istilah lain yang biasa digunakan adalah tumor ganas, keganasan dan neoplastik ganas.

Kanker bukan penyakit yang bisa tiba-tiba datang, namun merupakan sebuah penyakit yang memiliki proses yang cukup panjang. Proses terbentuknya sel kanker dalam tubuh manusia disebut juga karsinogenesis dalam istilah kedokteran. Biasanya proses terjadinya sel kanker ini berkisar antara 10-30 tahun. Namun ada berbagai faktor resiko yang juga mempengaruhi, ada faktor resiko yang “tidak dapat dikendalikan” (seperti usia, JK, riwayat kanker sekeluarga) dan ada faktor yang “dapat dikendalikan” (polusi, gaya hidup, rokok dan infeksi kronik).

Jenis kanker pun ada bermacam-macam. Hal ini tergantung dari organ atau jaringan mana yang bermasalah atau diserang oleh sel kanker. Misal pada pria, kanker dapat menyerang organg seperti tenggorokan, kerongkongan, kulit, paru-paru, usus, perut, kandung kemih, prostat dan testis. Sedangkan pada wanita, kanker dapat menyerang beberapa bagian yang sama dan juga organ-organ vital wanita seperti payudara dan serviks.

Karena merupakan sebuah penyakit yang tidak mengenal batas usia, oleh karenanya sangatlah penting bagi para Angels untuk mengerti bagaimana tahapan penyebab terjadinya kanker, penyebab terjadinya dan juga bagaimana mencegah sel kanker terjadi dalam tubuh kita dan keluarga kita. Menurut dr. Elisna, proses terjadinya sel kanker atau karsinogenesis terdiri dari 3 tahapan, yaitu inisiasi, promosi dan progresi.

Tahapan Inisiasi Pada tahap inisiasi atau tahap terbentuknya sel kanker awal, terjadi perubahan genetik dalam sel somatik (sel inisisi) normal melalui proses mutasi dan masuk ke mekanisme perkembangan menjadi sel tidak normal. Mutasi pada tingkat DNA menyebabkan sel tumbuh lebih cepat dari sel sekitarnya, perubahan ini mengaktivasi gen pertumbuhan (proto-oncogene) dengan menghambat gen penahan (tumor suppresor gene). Tahap ini terjadi dalam beberapa hari tetapi sel dapat kembali normal. Senyawa yang terlibat dalam tahap ini disebut inisiator .

Tahapan Promosi Merupakan perkembangan awal sel yang terinisiasi membentuk klon melalui pembelahan dan berinteraksi melalui komunikasi antar sel. Menstimulasi sitogenik, faktor diferensiasi, proses mutasi dan non mutasi (epigenetik) dan merupakan awal pertumbuhan pra neoplastik.

Proses ini membutuhkan waktu lebih lama bahkan beberapa tahun. Senyawa yang meransang pembelahan sel disebut promotor atau epigenetik karsinogen.

Tahapan Progresi Pada tahap ini, terjadi instabilitas genetik yang menyebabkan perubahan mutagenik dan epigenetik. Proses ini menghasilkan klon baru sel-sel tumor yang memiliki aktivitas proliferasi, bersifat invasif menyerang jaringan sekitar dan peningkatan potensi metastasis atau menyebar ke tempat lain. Jika tidak ada yang menghalangi, sel kanker tumbuh dalam jumlah banyak dan mempengaruhi fungsi tubuh atau menimbulkan keluhan (gejala klinis). Tahapan ini berjalan lebih cepat.

Nah, setelah mengetahui prosesnya, tentu penting bagi kita untuk mengetahui apa saja sih faktor resiko kanker itu? Nah seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa faktor resiko kanker itu dibagi menjadi dua, faktor resiko kanker “yang dapat dikendalikan” dan faktor resiko kanker yang “tidak dapat dikendalikan.”. Faktor resiko kanker yang dapat dikendalikan di antaranya; paparan asap rokok, polusi (dalam atau luar ruangan), penyakit kronis, paparan radiasi dan sinar matahari, tempat kerja (seperti pertambangan), serta gaya hidup (olahraga, sex dan diet).

Sedangkan, untuk faktor resiko kanker yang tidak dapat dikendalikan yaitu; jenis kelamin, usia, genetik, dan riwayat keluarga pengidap kanker.

"Banyak orang menyalah artikan tentang “awareness”. Awareness hanya sampai edukasi saja, orang tahu, berarti dia sudah “aware”. Padahal awareness tidak hanya tahu dan cukup menerima informasi, namun setelah menerima informasi orang tersebut melakukan perubahan dalam hidupnya atas apa yang diketahuinya.", dr. Elisna menegaskan.

Sama halnya seperti kanker, ketika kita mendapatkan informasi mengenai kanker, apa saja faktor resikonya dan bagaimana cara menghindarinya, kita masih belum dikatakan aware apabila kita tidak menjalankan apa yang dilarang dan menjauhi segala macam faktor resikonya.

Berdasarkan pemaparan di atas, tentu kita bisa mulai melakukan pencegahan sejak dini dengan mengurangi aktivitas yang dapat beresiko kanker, khususnya resiko yang dapat dikendalikan. Mulai dengan pola hidup sehat dan menjaga keluarga terdekat dari resiko penyebab kanker merupakan langkah awal menjauhkan diri dan keluarga dari penyakit kanker.

Apa yang sudah Angels lakukan selama ini untuk mengurangi resiko kanker pada diri sendiri dan keluarga terdekat? Share jawaban mu di kolom komentar ya 🙂


Pentingnya Perawatan Paliatif pada Pasien Kanker Anak

Menurut data Litbang Kesehatan RI tahun 2013, prevelensi penyakit kanker pada anak kelompok usia 1-4 tahun dan 5-14 tahun masing-masing sebesar 0.1% dari total keseluruhan kasus yang ada. Dalam membangun Pita Kuning yang baru, kedepan Pita Kuning akan menjadi yayasan yang mengkhususkan diri dalam penyaluran layanan perawatan paliatif bagi pasien kanker anak dari keluarga yang tidak mampu. Layanan baru Pita Kuning rencananya akan kami namakan Layanan Psiko-Sosial. Saat ini antara lain formulasi program layanan Psiko-Sosial dari Pita Kuning terdiri dari layanan penyaluran dana bantuan, layanan penyaluran pendampingan pasien dan juga program pembuatan modul pendidikan khusus untuk pasien kanker anak.

Pita Kuning menyadari, selain pengobatan yang diberikan kepada para pasien kanker anak, namun menjaga kualitas hidup dari anak yang menjalani perawatan juga penting, termasuk bagi mereka yang sudah berada pada stadium lanjut. Pemberian bantuan dana untuk proses penanganan kanker dalam tubuh anak, kemudian pemberian dukungan kepada keluarga, memberikan dorongan semangat dan menjaga pikirin anak tetap bahagia yang sejalan dengan tujuan perawatan paliatif adalah bagian dari misi baru Pita Kuning.

Pita Kuning berkesempatan menggali ilmu lebih dalam tentang perawatan paliatif (palliative care) melalui Seminar Awam Kanker yang diadakan oleh Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) di RS Mitra Kemayoran, Senin (22/8) 2016. Pembahasan Perawatan Paliatif dan Manajemen Nyeri disampaikan oleh dr. Edi tehuteru Sp. A. Beliau adalah salah satu dokter onkologi anak dalam menangani pasien kanker anak di RS Kanker Dharmais dan merupakan salah satu Founder dari Pita Kuning.

Perawatan paliatif itu sendiri pada awalnya hanya diartikan sebagai perawatan pada pasien kanker yang sudah tidak responsif terhadap pengobatan kuratif dan berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien kanker, dalam hal ini khusus anak-anak, alih-alih mengobati atau berusaha menyembuhkan penyakit kanker yang ada.

Perawatan paliatif sendiri menurut WHO saat ini sudah berbeda dari 15 tahun yang lalu. Kini, perawatan paliatif adalah kegiatan perawatan secara menyeluruh terhadap tubuh, pikiran dan jiwa anak pasien kanker yang berkesinambungan termasuk pemberian dukungan terhadap keluarga atau pendamping yang ada di sekeliling anak pasien kanker tersebut. Dimulai dari awal diagnosa dan terus berkelanjutan dengan atau tanpa perawatan terhadap penyakitnya. Selain itu, perawatan paliatif juga tidak hanya berhenti setelah pasien meninggal, tetapi masih diteruskan kepada anggota keluarga yang berduka dengan memberikan dukungan.

Dalam praktiknya perawatan dan pelayanan paliatif seperti yang disampaikan oleh dr. Edi memiliki beberapa landasan utama di antaranya; meningkatkan kualitas hidup dan menganggap kematian sebagai proses yang normal, menghilangkan nyeri dan keluhan lain yang mengganggu kebahagiaan pasien anak, menjaga keseimbangan psikologis dan spiritual, berusaha menjaga agar pasien kanker anak tetap aktif sampai akhir hayatnya menjalankan apa yang ia sukai, serta membantu mengatasi suasana dukacita pada keluarga setelah ditinggalkan oleh pasien.

Dalam mendukung kegiatan palliative care secara efektif memerlukan pendekatan multi disiplin yang dapat menjangkau keluarga juga support system yang berada di sekelilingnya walaupun terbatas.

Dengan diberikannya perawatan paliatif terhadap anak pasien kanker, diharapkan anak akan lebih baik dan bahagia dalam menjalani masa pengobatan, penyembuhan bahkan (bagi pasien dalam stadium akut) hingga masa hidupnya berakhir. Begitu pun keluarga yang menjadi orang terdekat pasien juga akan merasakan hal serupa.

Pita Kuning yang baru kini mengarahkan segala upaya pembelajaran dan aktifitas yayasan dalam pemberian perawatan paliatif bagi pasien kanker anak. Pita Kuning percaya, penyaluran bantuan layanan secara menyeluruh dapat membuat para pasien dan keluarga menjalani harinya menjadi lebih baik untuk dijalani.

Apa menurut Angels tentang perawatan paliatif ini? Sampaikan pendapatmu lewat komentar yuk 🙂


Perhimpunan Onkologi Indonesia Adakan Seminar Awam Edukasi Kanker Sebagai Sarana Berbagi Lewat Edukasi

Jakarta, 22 Agustus 2016 Dengan semangat menambah ilmu dan wawasan mengenai kanker, Tim Operasional Pita Kuning yang terdiri dari Mba Tyas Handayani, Kak Eva, Kak Chichi, Kak Ning dan Kak Tyas Yahya menghadiri Seminar Awam Edukasi Kanker yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), Senin (22/8) 2016. Diadakan di Ruang Pertemuan Lantai 6, RS. Mitra Kemayoran, Jalan HBR Motik, Landas Pacu Timur, Kemayoran, Jakarta seminar tersebut juga turut dihadiri oleh berbagai awak media dan beberapa organisasi yang memiliki kepedulian terhadap kanker.

2016-08-22-09-44-09-1

Tim Operasional Pita Kuning yang menghadiri seminar..

Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) sendiri merupakan sebuah perhimpunan dokter seminat dalam bidang onkologi yang bernaung dibawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI). POI didirikan di Jakarta atas prakarsa Perhimpunan Ahli Bedah Tumor Indonesia (PABTI) pada tahun 1987.

Tujuan utama dari POI adalah meningkatkan kemampuan profesionalisme anggota serta meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia melalui upaya penanggulangan kanker. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Seminar Awam Edukasi Kanker ini, yg bertujuan meningkatkan pengetahuan dasar para undangan tentang kanker, sehingga dapat disebarluaskan kepada masyarakat luas.

Berbagai pembicara yang merupakan ahli di bidangnya khususnya dalam bidang penanganan kanker di Indonesia dihadirkan dalam seminar yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta ini.

Pertemuan pada pagi hari itu membahas mengenai wawasan dasar soal kanker seperti epidemiologi kanker, karsinogenesis (proses terjadinya kanker), palliative care bagi pasien kanker hingga peran tim multidisipliner dalam penanganan kanker payudara. Para ahli yang menjadi pembicara pada kesempatan pagi hari itu di antaranya adalah dr. Evlina Suzanna Sp.PA, dr.Elisna Syahruddin, PhD,Sp.P(K), dr. Edi tehuteru Sp. A, serta Dr. Elisabeth Elder yang berasal dari Australia.

2016-08-22-12-35-58

Sesi pertama adalah tentang pemahaman epidemiologi kanker oleh dr. Evlina Suzanna Sp.PA. dr. Evlina merupakan Ketua Bidang Data dan Informasi Komisi Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) yang juga berperan sebagai Ka SuBag Registrasi Kanker, Bagian Penelitian dan Pengembangan di RS Kanker Dharmais. Pada kesempatan tersebut dr. Evlina menjelaskan tentang database penyakit kanker di Indonesia, yang berhubungan dengan sistem pelaporan dan pencatatan dan pengaruhnya terhadap tindak lanjut penyakit kanker itu sendiri.

Setelah itu dr.Elisna Syahruddin, PhD,Sp.P(K) hadir memberikan pemaparan mengenai proses terjadinya kanker mulai dari tahap inisiasi, promosi dan progresi. dr. Elisna merupakan Anggota dari KPKN dan juga merupakan pengurus dari Yayasan Kanker Indonesia dan Perhimpunan Onkologi Indonesia serta merupakan Tim Onkologi di RSUP Persahabatan Jakarta.

Selanjutnya ada pemaparan dari dr. Edi tehuteru Sp. A mengenai palliative care atau perawatan kepada pasien kanker anak kritis untuk meningkatkan kualitas hidupnya selama ia masih hidup. Beliau berpengalaman sebagai salah satu dokter onkologi anak dalam menangani pasien kanker anak di RS Kanker Dharmais dan merupakan salah satu Founder dari Pita Kuning.

Dr Elisabeth Elder, yang menjadi pembicara terakhir pada kesempatan kali itu membawakan materi penutup yang bertajuk “The Role of Multidisciplinary Team in Breast Cancer Treatment” atau Peran Tim Multidisiplin dalam Penanganan Kanker Payudara. Dr Elisabeth Elder sendiri merupakan seorang dokter bedah spesialis payudara di Westmead Breast Cancer Institute. Dokter ahli oncoplastic yang juga berperan sebagai pengajar senior di University of Sidney ini menyampaikan materi yang sangat menarik bagi kakak-kakak Pita Kuning, yang dalam hal ini semua yang menghadiri secara kebetulan adalah perempuan.

2016-08-22-09-44-23

Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Mba Tyas Handayani berdiri bersama rekan-rekan Founder Love Pink (Mba Shanti Persada & Madeline Mutia) & Cancer Information & Support Center (CISC)

Dengan ilmu yang didapat siang itu, Pita Kuning berharap dapat menjadi dasar dalam kegiatan edukasi para pasien, keluarga pasien di bawah naungan Pita Kuning dan juga masyarakat luas terkait dengan penyebaran penyakit kanker. Terlebih karena bulan September sebagai Bulan Kesadaran Kanker Anak, Pita Kuning mengharapkan ilmu yang didapat hari itu dapat bermanfaat dalam pemberian informasi kepada masyarakat mengenai penyebaran kanker pada anak. Kehadiran Pita Kuning dalam seminar tersebut juga merupakan sebuah awal dari perkenalan dengan organisasi dan komunitas kanker lainnya yang ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Nah, kalau Angels, apakah ada kegiatan atau kampanye yang diikuti dalam rangka menyambut Bulan Kesadaran Kanker Anak? Share ceritamu di kolom komentar ya..


Cerita Monata Sembiring

Saya Monata Sembiring, diagnose dokter terkena Leukimia AML M2 pada saat usia 13 tahun, tepatnya tahun 2009. Saya menjalani pengobatan kemotrapi ± 7 bulan di RSKD di tangani dr. Edi Setiawan Tehuteru dan selesai pengobatan September 2009. Banyak pengalaman, pelajaran dan hikmah yang saya dapatkan di dalam menjalani pengobatan selama di rumah sakit. Luar biasa pertolongan Tuhan buat saya pada saat itu untuk melawan penyakit yang luar biasa ini. Saya juga sangat bersyukur, bisa menjalani semuanya sampai selesai dan sampai saat ini keadaan saya tetap sehat dan saya masih beroleh kesempatan untuk bisa berkumpul bersama keluarga dan teman-teman. Untuk teman yang masih menjalani pengobatan, jangan pernah berfikir tentang penyakit, jalanilah semuanya dengan sukacita. Jangan pernah menyerah, tetap semangat, tetap doa dan yakin, seiring berjalannya waktu semuanya akan baik-baik saja. Pandanglah ke depan, masa depan buat kita masih terbuka lebar. Karena kesuksesan menanti kita semua. Untuk teman-teman yang survive, tetap jaga kesehatan, memberikan semangat, doa dan dukungan buat teman-teman yang sedang menjalani pengobatan. God always bless you all. Selamat Hari Anak Kanker International...