Warehope.com Sebuah Digital Platform yang Menghubungkan Cancer Fighter, Survivor dan Supporter

Jakarta, 17 Desember 2016 - “Great things are done by a series of small things brought together” - Vincent Van Gogh. Mungkin itulah yang menggambarkan suasana Sabtu siang itu di Kolega Co-Working Place, Tebet dalam acara Share Hope. Pasalnya, Pita Kuning dan beberapa yayasan serta komunitas kanker lainnya, berkumpul bersama, berbagi, serta menjadi bagian dari dukungan soft launching sebuah platform digital sharing bernama warehope.com. Warehope.com adalah sebuah wadah untuk menghubungkan dan saling berbagi bagi para cancer survivor, cancer fighter dan cancer supporter. Pita Kuning, yang diwakili oleh Mba Tyas Handayani selaku Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, mendapatkan kehormatan untuk duduk bersama beberapa yayasan dan komunitas kanker lainnya, dan berbagi mengenai permasalahan kanker. Acara yang bertemakan “Creating Social Support System for Cancer Fighter, Survivor and Supporter” ini turut mengundang beberapa komunitas dan yayasan kanker lainnya seperti, Yayasan Onkologi Anak Indonesia, Komunitas Srikandi, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, dan Cancer Buster Community untuk berbagi cerita dan pengalaman. Kegiatan siang itu diawali dengan talkshow yang pembicaranya terdiri dari Mba Tyas Handayani, Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Ibu Endah, Founder  Komunitas Srikandi dan Ibu Lifina Dewi Pohan, seorang Psikolog Klinis. "Pita Kuning hadir untuk membantu, berusaha untuk dapat selalu memberikan harapan dan kebahagiaan demi meningkatkan kualitas hidup pasien anak dengan kanker”, ujar Mba Tyas yang kala itu bercerita tentang yayasan yang kini ia pimpin dan berfokus pada pemberian perawatan paliatif bagi para pasien anak dengan kanker beserta keluarganya. Selain itu, Ibu Endah dari Komunitas Srikandi berbagi pengalaman terkait perjuangannya melawan kanker dan kini ia menjadi seorang survivor dan aktif melakukan kegiatan pemberian dukungan bersama rekan-rekan komunitas, kepada para perempuan yang memiliki dan sedang berjuang dengan kanker. "Ini bukan jadi musibah, tapi hikmah dan kebaikan bagi keluarga saya.", ujar Ibu Endah yang telah menjadi cancer survivor selama 13 tahun. Bagi beliau kanker yang ia pernah alami memberikan hikmah dan kebaikan khususnya bagi keluarganya, membuat keluarganya lebih dekat. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa berkat kanker yang ia alami, mendatangkan banyak teman baru yang memiliki pengalaman yang sama. Ibu Lifina, seorang Psikolog Klinis menjelaskan tentang bagaimana sih seharusnya penanganan yang tepat untuk para pasien kanker dan juga keluarganya. “Yang dimaksud dengan peduli adalah tidak hanya mengetahui penyakit itu, tapi juga memahami dampaknya”, ujar Ibu Lifina mengenai bagaimana seharusnya sikap orang-orang terdekat dari pasien kanker dalam menangani atau mendampingi mereka. Selain talkshow oleh para tiga pembicara tersebut, para perwakilan komunitas yang hadir juga turut dipersilahkan untuk berbagi cerita dan pengalamannya terkait kanker. Seperti dua orang cancer survivor dari Cancer Buster Community, Cindy, cancer survivor selama 7 tahun & Rama cancer survivor selama 5 tahun juga turut berbagi pengalaman mereka memerangi kanker dan juga dampak sosial dalam kehidupan mereka. Pengalaman dan cerita teman-teman dari berbagai komunitas dan yayasan memberikan pemahaman dan membuka mata satu sama lain tentang bagaimana perjuangan melawan kanker dan bagaimana menyikapi serta memberikan dukungan pada keluarga atau teman terdekat yang memiliki kanker. Semangat teman-teman yang hadir untuk berbagi ini yang juga mendasari diciptakannya platform bernama warehope.com. Siang itu, selain talkshow, juga merupakan sebuah moment kakak-kakak dari @XLFutureLeaders Batch 3, untuk memperkenalkan proyek akhir mereka. “Warehope.com merupakan sebuah platform digital untuk menghubungkan para cancer fighter, survivor dan supporter untuk saling berbagi,”- ungkap Kak Risma Nadira, salah satu @XLFutureLeaders Batch 3, yang juga merupakan Founder warehope.com. Dengan adanya warehope.com, diharapkan semakin banyak para cancer fighter yang tidak merasa sendiri dalam menjalani perjuangan mereka, serta akan lebih banyak para cancer survivor yang dapat berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Selain itu platform ini juga dapat menjadi wadah bagi para individu atau organisasi yang ingin memberikan dukungan kepada mereka yang sedang berjuang melawan kanker. Because, the more we share, the more we have.

Alif, Si Pemancing Ulung

Hai, namaku Muhammad Alif Abiansyah, orang tuaku memanggilku Alif. Aku lahir di Bogor, 12 Feb 2012 dan kini usiaku 4 tahun.

Pertama kali aku didiagnosa memiliki kanker Neuroblastoma pada tahun 2015. Ketika usiaku masih 3 tahun. Saat ini, sudah 1,5 tahun aku dirawat di RS Kanker Dharmais. Awalnya aku dirawat di RS Thamrin. Namun, setelah dioperasi terjadi pembesaran dan akhirnya dirujuk ke RS Kanker Dharmais. Aku sangat suka memancing bersama ayahku. Aku suka saat aku mendapatkan ikan di sungai, kemudian ku berikan kepada ibu. Semenjak memiliki kanker, aku jadi kesulitan untuk memancing bersama ayah.

Saat ini, Aku adalah #AnakPitaKuning. Aku berharap kanker ini segera bisa diobati, dan aku bisa kembali sering memancing bersama ayah. Aku juga ingin bisa belajar di sekolah dan bertemu teman-teman baru nanti.


Reza Setiawan: “Aku Mau Jadi Dokter yang Bisa Ngobatin Banyak Orang”

Namaku Muhammad Reza Setiawan, teman-teman di sekolah biasanya memanggil aku Reza. Saat ini aku berusia 15 tahun dan sedang sekolah kelas 3 SMP. Aku lahir di Jakarta, 19 September 2001. Pertama kali harus berkenalan dengan kanker itu tahun ini.

Di awal tahun 2016 aku merasakan ada benjolan di leherku, tapi tidak sakit. Kemudian, lama-lama benjolan itu semakin banyak. Orang tua ku kemudian memeriksakan aku ke dokter umum agar bisa dicek di laboratorium. Oh ya, saat itu juga leukosit ku tinggi, sehingga harus menjalani rawat inap.

Pada awalnya aku dirawat di RSUD Cengkareng kemudian dilakukan biopsi. Saat itu, hasilnya belum terlalu jelas dan orangtuaku sudah mulai cemas. Setelah, dua bulan, baru ketahuan kalau aku memiliki kanker limfoma non-hodgkin. Karena di RSUD Cengkareng tidak memadai untuk melakukan kemoterapi anak, akhirnya aku dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo. Akhirnya aku dirujuk ke RS Kanker Dharmais hingga saat ini.

Aku sangat suka bermain game online bersama teman-teman ku. Meskipun aku suka bermain game, aku tidak ingin sekolahku terganggu. Karena, jika sudah besar nanti, aku ingin sekali jadi dokter dan bisa mengobati banyak orang khususnya anak-anak yang memiliki kanker.

Aku #AnakPitaKuning, aku ingin bisa kembali bersekolah seperti biasanya dan mewujudkan cita-citaku menjadi seorang dokter.


Ali Hasan, Calon Polisi yang Jago Bernyanyi

Hai, namaku Ali Hasan, aku adalah #AnakPitaKuning. Bulan Agustus lalu, aku genap berusia 5 tahun.

Di awal tahun 2012, saat usiaku bahkan belum menginjak satu tahun aku mengalami kecelakaan. Aku mengalami patah kaki pada kecelakaan tersebut. Kemudian, setelah beberapa bulan ternyata timbul benjolan. Satu tahun kemudian, aku menjalani operasi. Ternyata, dari hasil operasi tersebut dokter bilang ditemukan kanker otot. Kemudian aku menjalani pemeriksaan kembali di RS Dharmais dan aku dinyatakan kanker syaraf stadium 4.

Aku suka sekali bernyanyi, aku ingin terus bisa bernyanyi dan menghibur orang-orang disekitarku. Kalau nanti kanker di tubuhku sudah tidak ada, aku ingin bisa sekolah. Aku tidak sabar ingin bersekolah, karena aku punya cita-cita menjadi polisi atau seorang dokter.


Rizal Bani, Gamer Tangguh yang Ingin Jadi Presiden

Halo, namaku Syamsur Rizal Bani Zamzam, biasa dipanggil sama teman-teman Rizal. Aku lahir di Tangerang, 20 April 2009 dan saat ini aku berusia 7 tahun loh.. Oh ya aku juga baru masuk SD kelas satu. Pertama kali didiagnosa kanker, aku masih berumur 4 tahun. Saat itu, kira-kira Oktober 2013 aku mengalami demam beberapa kali. Kemudian ayah dan ibu membawaku ke RS Sari Asih untuk diperiksa. Dokter bilang, ada monster jahat yang berada di dalam pankreasku. Monster jahat itu bernama kanker. Saat dokter memberitahukan kedua orang tuaku, mereka tidak percaya. Akhirnya mereka membawaku ke rumah sakit lain yaitu RS Fatmawati. Tapi sayang, ketika dibawa ke RS Fatmawati, kondisi tubuhku semakin memburuk, berat badanku pun turun. Karena berbagai hal dan pertimbangan akhirnya aku pun kembali lagi ke RS Sari Asih dan hingga akhirnya dirujuk ke RS Kanker Dharmais sampai sekarang. Aku suka sekali dengan transformer dan main game, setiap game yang aku mainkan, aku selalu tertantang untuk menang. Ketika menjalani perawatan atau sedang bosan aku pasti main game. Aku ingin sekali dapat menjadi gamer yang handal dan tangguh. Tapi, walau aku suka sekali game, aku juga suka belajar. Aku senang belajar, karena aku ingin sekali suatu saat nanti bisa jadi Presiden Indonesia. Saat ini aku adalah #AnakPitaKuning, aku berharap, suatu saat nanti akan ada robot transformer hebat yang akan bantu aku mengalahkan monster jahat di dalam tubuhku, sehingga akau bisa sekolah dengan baik dan meraih cita-citaku untuk menjadi seorang Presiden. Oh ya, juga untuk beli game yang banyak..

Pita Kuning adakan Pembekalan Relawan Pendampingan Psikososial

Jakarta, 17 September 2016 – Pukul 07.00, Rumah Pita baru yang telah selesai menjalani proses renovasi pagi itu didatangi oleh Tim Operasional Pita Kuning. Tujuan kedatangan dari Tim Operasional ke Rumah Pita Kuning yang terletak di depan SMA Cendrawasih 1 Jakarta, Jl. RS Fatmawati, RT. 02/03, Gandaria Selatan, Cilandak tersebut adalah untuk mengadakan Pita Kuning Volunteer Training Day Batch 1. Para relawan pendampingan yang sudah melalui proses seleksi dan interview, akan diberikan pembekalan dan pelatihan awal mengenai peran, tugas, kewajiban, ketentuan dan tata cara dalam mendampingi pasien dan keluarga pasien kanker anak yang berada di bawah naungan Pita Kuning.

Pembekalan dan pelatihan pagi itu dihadiri cukup lengkap oleh Tim Operasional Pita Kuning seperti Mba Tyas Handayani (Ketua Pita Kuning), Mba Mustika Kusumaningtyas (Wakil Ketua Pita Kuning), Kak Eva Noviana (Head of Community Management), Kak Ning Mahayu (Head of Service), Kak Tyas Yahya (Community Coordinator & Service Support), dan Kak Prasetya Ega (Community Coordinator). Mereka semua berkumpul untuk berbagi dan transfer ilmu yang mereka miliki kepada para relawan.

Antusiasme, semangat dan keceriaan terpancar dari wajah para relawan, 8 dari 15 relawan, yang hadir hari itu. Relawan Pita Kuning Batch 1 yang hampir semuanya adalah wanita tersebut berasal dari berbagai daerah di Jabodetabek dan telah bersedia mengikuti kegiatan sebagai relawan pendampingan sesuai syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pita Kuning. Dalam hal perekrutan relawan, Pita Kuning bekerja sama dengan Indorelawan.org, di mana menjadi portal dalam pendaftaran dan penyaringan relawan.

“Relawan adalah ujung tombak terdepan Pita Kuning dalam menjalankan kegiatan pendampingan. Relawan pendampingan bagi kami adalah suatu hal yang esensial dan tidak dapat dipisahkan dari Pita Kuning. Pita Kuning dapat berdiri hingga 10 tahun karena kekuatan dan komitmen relawan yang terus membantu Pita Kuning. Oleh karena itu, penting sekali bagi kami semua untuk dapat berkumpul hari ini dan dalam rangka pembekalan bagi relawan pendamping Pita Kuning.”, ujar Mba Tyas Handayani selaku Ketua Pita Kuning yang juga memberikan pembekalan mengenai sejarah, visi dan misi baru Pita Kuning.

Selain itu, terdapat beberapa materi lain seperti materi tentang kanker dan kanker anak, proses terbentuknya kanker, materi tentang volunteer, dan peraturan serta ketentuan dalam menjadi relawan pendampingan di Pita Kuning. Tak lupa, para relawan juga diberikan pembekalan mengenai protokol atau ketentuan khusus do’s and don’t, dalam melakukan dan menangani pasien kanker anak di bawah naungan Pita Kuning. Hal tersebut misalnya, dalam melakukan pendampingan para relawan Pita Kuning hingga dapat terus memberikan rasa optimisme kepada para pasien kanker anak dan juga keluarganya. Meskipun sedang mengalami masa yang berat dalam hidup dan para relawan dapat merasakannya kesulitannya, hal itu tidak boleh ditunjukkan dan justru harus terus memberikan dukungan semangat. Hal tersebut merupakan salah satu usaha yang dilakukan dalam menjalankan perawatan paliatif (palliative care) yang menjadi dasar dalam kegiatan pendampingan Pita Kuning.

Sebagai salah satu unsur support system dari keseluruhan sistem perawatan paliatif, relawan pendampingan menjadi salah satu elemen penting dalam membantu meningkatkan kualitas hidup pasien kanker anak dan keluarganya menjadi lebih baik dan berarti dalam menjalani masa pengobatan. Oleh karena itu, dengan mengadakan pelatihan dan pembekalan ini, Pita Kuning berharap, akan lahir para relawan-relawan baru yang profesional dalam menjalani tugasnya sebagai pendamping pasien dan keluarga pasien kanker anak, dan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan semaksimalnya.


Kenali Tahapan Terjadinya Kanker (Karsinogenesis) dan Resiko Penyebab Kanker Sejak Dini

Kanker merupakan salah satu dari lima penyakit tidak menular penyebab kematian terbesar di Indonesia (BPJS, 2014-2015). Dengan total kasus lebih dari 500.0000 sepanjang tahun 2014-2015, menjadikan kanker sebagai salah satu penyakit yang perlu diperhatikan secara serius.

Pada Senin, 22 Agustus 2016, Pita Kuning berkesempatan menghadiri Seminar Awam Kanker yang diadakan oleh Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) di RS Kemayoran. Melalui artikel ini, kami ingin membagi pengalaman yang telah kami dapat kepada Angels semua.

Salah satu sesi yang tentunya Pita Kuning ikuti adalah dari dr.Elisna Syahruddin, PhD,Sp.P(K) dengan topik “Karsinogenesis”. Pemaparan yang beliau berikan mengenai proses terjadinya kanker mulai dari tahap inisiasi, promosi dan progresi. dr. Elisna merupakan Anggota dari KPKN dan juga merupakan pengurus dari Yayasan Kanker Indonesia dan Perhimpunan Onkologi Indonesia serta merupakan Tim Onkologi di RSUP Persahabatan Jakarta.

“Penyakit gen di sini bukan berarti kanker merupakan penyakit genetik atau keturunan, dengan kata lain, kanker bukan lah sebuah penyakit keturunan.”, ujar dr. Elisna dalam seminarnya.

Kanker adalah sebuah penyakit gen yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang tidak normal, dapat menginvasi jaringan sekitarnya dan atau bermetastatis (berpindah) ke organ lain. Istilah lain yang biasa digunakan adalah tumor ganas, keganasan dan neoplastik ganas.

Kanker bukan penyakit yang bisa tiba-tiba datang, namun merupakan sebuah penyakit yang memiliki proses yang cukup panjang. Proses terbentuknya sel kanker dalam tubuh manusia disebut juga karsinogenesis dalam istilah kedokteran. Biasanya proses terjadinya sel kanker ini berkisar antara 10-30 tahun. Namun ada berbagai faktor resiko yang juga mempengaruhi, ada faktor resiko yang “tidak dapat dikendalikan” (seperti usia, JK, riwayat kanker sekeluarga) dan ada faktor yang “dapat dikendalikan” (polusi, gaya hidup, rokok dan infeksi kronik).

Jenis kanker pun ada bermacam-macam. Hal ini tergantung dari organ atau jaringan mana yang bermasalah atau diserang oleh sel kanker. Misal pada pria, kanker dapat menyerang organg seperti tenggorokan, kerongkongan, kulit, paru-paru, usus, perut, kandung kemih, prostat dan testis. Sedangkan pada wanita, kanker dapat menyerang beberapa bagian yang sama dan juga organ-organ vital wanita seperti payudara dan serviks.

Karena merupakan sebuah penyakit yang tidak mengenal batas usia, oleh karenanya sangatlah penting bagi para Angels untuk mengerti bagaimana tahapan penyebab terjadinya kanker, penyebab terjadinya dan juga bagaimana mencegah sel kanker terjadi dalam tubuh kita dan keluarga kita. Menurut dr. Elisna, proses terjadinya sel kanker atau karsinogenesis terdiri dari 3 tahapan, yaitu inisiasi, promosi dan progresi.

Tahapan Inisiasi Pada tahap inisiasi atau tahap terbentuknya sel kanker awal, terjadi perubahan genetik dalam sel somatik (sel inisisi) normal melalui proses mutasi dan masuk ke mekanisme perkembangan menjadi sel tidak normal. Mutasi pada tingkat DNA menyebabkan sel tumbuh lebih cepat dari sel sekitarnya, perubahan ini mengaktivasi gen pertumbuhan (proto-oncogene) dengan menghambat gen penahan (tumor suppresor gene). Tahap ini terjadi dalam beberapa hari tetapi sel dapat kembali normal. Senyawa yang terlibat dalam tahap ini disebut inisiator .

Tahapan Promosi Merupakan perkembangan awal sel yang terinisiasi membentuk klon melalui pembelahan dan berinteraksi melalui komunikasi antar sel. Menstimulasi sitogenik, faktor diferensiasi, proses mutasi dan non mutasi (epigenetik) dan merupakan awal pertumbuhan pra neoplastik.

Proses ini membutuhkan waktu lebih lama bahkan beberapa tahun. Senyawa yang meransang pembelahan sel disebut promotor atau epigenetik karsinogen.

Tahapan Progresi Pada tahap ini, terjadi instabilitas genetik yang menyebabkan perubahan mutagenik dan epigenetik. Proses ini menghasilkan klon baru sel-sel tumor yang memiliki aktivitas proliferasi, bersifat invasif menyerang jaringan sekitar dan peningkatan potensi metastasis atau menyebar ke tempat lain. Jika tidak ada yang menghalangi, sel kanker tumbuh dalam jumlah banyak dan mempengaruhi fungsi tubuh atau menimbulkan keluhan (gejala klinis). Tahapan ini berjalan lebih cepat.

Nah, setelah mengetahui prosesnya, tentu penting bagi kita untuk mengetahui apa saja sih faktor resiko kanker itu? Nah seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa faktor resiko kanker itu dibagi menjadi dua, faktor resiko kanker “yang dapat dikendalikan” dan faktor resiko kanker yang “tidak dapat dikendalikan.”. Faktor resiko kanker yang dapat dikendalikan di antaranya; paparan asap rokok, polusi (dalam atau luar ruangan), penyakit kronis, paparan radiasi dan sinar matahari, tempat kerja (seperti pertambangan), serta gaya hidup (olahraga, sex dan diet).

Sedangkan, untuk faktor resiko kanker yang tidak dapat dikendalikan yaitu; jenis kelamin, usia, genetik, dan riwayat keluarga pengidap kanker.

"Banyak orang menyalah artikan tentang “awareness”. Awareness hanya sampai edukasi saja, orang tahu, berarti dia sudah “aware”. Padahal awareness tidak hanya tahu dan cukup menerima informasi, namun setelah menerima informasi orang tersebut melakukan perubahan dalam hidupnya atas apa yang diketahuinya.", dr. Elisna menegaskan.

Sama halnya seperti kanker, ketika kita mendapatkan informasi mengenai kanker, apa saja faktor resikonya dan bagaimana cara menghindarinya, kita masih belum dikatakan aware apabila kita tidak menjalankan apa yang dilarang dan menjauhi segala macam faktor resikonya.

Berdasarkan pemaparan di atas, tentu kita bisa mulai melakukan pencegahan sejak dini dengan mengurangi aktivitas yang dapat beresiko kanker, khususnya resiko yang dapat dikendalikan. Mulai dengan pola hidup sehat dan menjaga keluarga terdekat dari resiko penyebab kanker merupakan langkah awal menjauhkan diri dan keluarga dari penyakit kanker.

Apa yang sudah Angels lakukan selama ini untuk mengurangi resiko kanker pada diri sendiri dan keluarga terdekat? Share jawaban mu di kolom komentar ya 🙂


Pentingnya Perawatan Paliatif pada Pasien Kanker Anak

Menurut data Litbang Kesehatan RI tahun 2013, prevelensi penyakit kanker pada anak kelompok usia 1-4 tahun dan 5-14 tahun masing-masing sebesar 0.1% dari total keseluruhan kasus yang ada. Dalam membangun Pita Kuning yang baru, kedepan Pita Kuning akan menjadi yayasan yang mengkhususkan diri dalam penyaluran layanan perawatan paliatif bagi pasien kanker anak dari keluarga yang tidak mampu. Layanan baru Pita Kuning rencananya akan kami namakan Layanan Psiko-Sosial. Saat ini antara lain formulasi program layanan Psiko-Sosial dari Pita Kuning terdiri dari layanan penyaluran dana bantuan, layanan penyaluran pendampingan pasien dan juga program pembuatan modul pendidikan khusus untuk pasien kanker anak.

Pita Kuning menyadari, selain pengobatan yang diberikan kepada para pasien kanker anak, namun menjaga kualitas hidup dari anak yang menjalani perawatan juga penting, termasuk bagi mereka yang sudah berada pada stadium lanjut. Pemberian bantuan dana untuk proses penanganan kanker dalam tubuh anak, kemudian pemberian dukungan kepada keluarga, memberikan dorongan semangat dan menjaga pikirin anak tetap bahagia yang sejalan dengan tujuan perawatan paliatif adalah bagian dari misi baru Pita Kuning.

Pita Kuning berkesempatan menggali ilmu lebih dalam tentang perawatan paliatif (palliative care) melalui Seminar Awam Kanker yang diadakan oleh Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) di RS Mitra Kemayoran, Senin (22/8) 2016. Pembahasan Perawatan Paliatif dan Manajemen Nyeri disampaikan oleh dr. Edi tehuteru Sp. A. Beliau adalah salah satu dokter onkologi anak dalam menangani pasien kanker anak di RS Kanker Dharmais dan merupakan salah satu Founder dari Pita Kuning.

Perawatan paliatif itu sendiri pada awalnya hanya diartikan sebagai perawatan pada pasien kanker yang sudah tidak responsif terhadap pengobatan kuratif dan berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien kanker, dalam hal ini khusus anak-anak, alih-alih mengobati atau berusaha menyembuhkan penyakit kanker yang ada.

Perawatan paliatif sendiri menurut WHO saat ini sudah berbeda dari 15 tahun yang lalu. Kini, perawatan paliatif adalah kegiatan perawatan secara menyeluruh terhadap tubuh, pikiran dan jiwa anak pasien kanker yang berkesinambungan termasuk pemberian dukungan terhadap keluarga atau pendamping yang ada di sekeliling anak pasien kanker tersebut. Dimulai dari awal diagnosa dan terus berkelanjutan dengan atau tanpa perawatan terhadap penyakitnya. Selain itu, perawatan paliatif juga tidak hanya berhenti setelah pasien meninggal, tetapi masih diteruskan kepada anggota keluarga yang berduka dengan memberikan dukungan.

Dalam praktiknya perawatan dan pelayanan paliatif seperti yang disampaikan oleh dr. Edi memiliki beberapa landasan utama di antaranya; meningkatkan kualitas hidup dan menganggap kematian sebagai proses yang normal, menghilangkan nyeri dan keluhan lain yang mengganggu kebahagiaan pasien anak, menjaga keseimbangan psikologis dan spiritual, berusaha menjaga agar pasien kanker anak tetap aktif sampai akhir hayatnya menjalankan apa yang ia sukai, serta membantu mengatasi suasana dukacita pada keluarga setelah ditinggalkan oleh pasien.

Dalam mendukung kegiatan palliative care secara efektif memerlukan pendekatan multi disiplin yang dapat menjangkau keluarga juga support system yang berada di sekelilingnya walaupun terbatas.

Dengan diberikannya perawatan paliatif terhadap anak pasien kanker, diharapkan anak akan lebih baik dan bahagia dalam menjalani masa pengobatan, penyembuhan bahkan (bagi pasien dalam stadium akut) hingga masa hidupnya berakhir. Begitu pun keluarga yang menjadi orang terdekat pasien juga akan merasakan hal serupa.

Pita Kuning yang baru kini mengarahkan segala upaya pembelajaran dan aktifitas yayasan dalam pemberian perawatan paliatif bagi pasien kanker anak. Pita Kuning percaya, penyaluran bantuan layanan secara menyeluruh dapat membuat para pasien dan keluarga menjalani harinya menjadi lebih baik untuk dijalani.

Apa menurut Angels tentang perawatan paliatif ini? Sampaikan pendapatmu lewat komentar yuk 🙂


Perhimpunan Onkologi Indonesia Adakan Seminar Awam Edukasi Kanker Sebagai Sarana Berbagi Lewat Edukasi

Jakarta, 22 Agustus 2016 Dengan semangat menambah ilmu dan wawasan mengenai kanker, Tim Operasional Pita Kuning yang terdiri dari Mba Tyas Handayani, Kak Eva, Kak Chichi, Kak Ning dan Kak Tyas Yahya menghadiri Seminar Awam Edukasi Kanker yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), Senin (22/8) 2016. Diadakan di Ruang Pertemuan Lantai 6, RS. Mitra Kemayoran, Jalan HBR Motik, Landas Pacu Timur, Kemayoran, Jakarta seminar tersebut juga turut dihadiri oleh berbagai awak media dan beberapa organisasi yang memiliki kepedulian terhadap kanker.

2016-08-22-09-44-09-1

Tim Operasional Pita Kuning yang menghadiri seminar..

Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) sendiri merupakan sebuah perhimpunan dokter seminat dalam bidang onkologi yang bernaung dibawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI). POI didirikan di Jakarta atas prakarsa Perhimpunan Ahli Bedah Tumor Indonesia (PABTI) pada tahun 1987.

Tujuan utama dari POI adalah meningkatkan kemampuan profesionalisme anggota serta meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia melalui upaya penanggulangan kanker. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Seminar Awam Edukasi Kanker ini, yg bertujuan meningkatkan pengetahuan dasar para undangan tentang kanker, sehingga dapat disebarluaskan kepada masyarakat luas.

Berbagai pembicara yang merupakan ahli di bidangnya khususnya dalam bidang penanganan kanker di Indonesia dihadirkan dalam seminar yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta ini.

Pertemuan pada pagi hari itu membahas mengenai wawasan dasar soal kanker seperti epidemiologi kanker, karsinogenesis (proses terjadinya kanker), palliative care bagi pasien kanker hingga peran tim multidisipliner dalam penanganan kanker payudara. Para ahli yang menjadi pembicara pada kesempatan pagi hari itu di antaranya adalah dr. Evlina Suzanna Sp.PA, dr.Elisna Syahruddin, PhD,Sp.P(K), dr. Edi tehuteru Sp. A, serta Dr. Elisabeth Elder yang berasal dari Australia.

2016-08-22-12-35-58

Sesi pertama adalah tentang pemahaman epidemiologi kanker oleh dr. Evlina Suzanna Sp.PA. dr. Evlina merupakan Ketua Bidang Data dan Informasi Komisi Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) yang juga berperan sebagai Ka SuBag Registrasi Kanker, Bagian Penelitian dan Pengembangan di RS Kanker Dharmais. Pada kesempatan tersebut dr. Evlina menjelaskan tentang database penyakit kanker di Indonesia, yang berhubungan dengan sistem pelaporan dan pencatatan dan pengaruhnya terhadap tindak lanjut penyakit kanker itu sendiri.

Setelah itu dr.Elisna Syahruddin, PhD,Sp.P(K) hadir memberikan pemaparan mengenai proses terjadinya kanker mulai dari tahap inisiasi, promosi dan progresi. dr. Elisna merupakan Anggota dari KPKN dan juga merupakan pengurus dari Yayasan Kanker Indonesia dan Perhimpunan Onkologi Indonesia serta merupakan Tim Onkologi di RSUP Persahabatan Jakarta.

Selanjutnya ada pemaparan dari dr. Edi tehuteru Sp. A mengenai palliative care atau perawatan kepada pasien kanker anak kritis untuk meningkatkan kualitas hidupnya selama ia masih hidup. Beliau berpengalaman sebagai salah satu dokter onkologi anak dalam menangani pasien kanker anak di RS Kanker Dharmais dan merupakan salah satu Founder dari Pita Kuning.

Dr Elisabeth Elder, yang menjadi pembicara terakhir pada kesempatan kali itu membawakan materi penutup yang bertajuk “The Role of Multidisciplinary Team in Breast Cancer Treatment” atau Peran Tim Multidisiplin dalam Penanganan Kanker Payudara. Dr Elisabeth Elder sendiri merupakan seorang dokter bedah spesialis payudara di Westmead Breast Cancer Institute. Dokter ahli oncoplastic yang juga berperan sebagai pengajar senior di University of Sidney ini menyampaikan materi yang sangat menarik bagi kakak-kakak Pita Kuning, yang dalam hal ini semua yang menghadiri secara kebetulan adalah perempuan.

2016-08-22-09-44-23

Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Mba Tyas Handayani berdiri bersama rekan-rekan Founder Love Pink (Mba Shanti Persada & Madeline Mutia) & Cancer Information & Support Center (CISC)

Dengan ilmu yang didapat siang itu, Pita Kuning berharap dapat menjadi dasar dalam kegiatan edukasi para pasien, keluarga pasien di bawah naungan Pita Kuning dan juga masyarakat luas terkait dengan penyebaran penyakit kanker. Terlebih karena bulan September sebagai Bulan Kesadaran Kanker Anak, Pita Kuning mengharapkan ilmu yang didapat hari itu dapat bermanfaat dalam pemberian informasi kepada masyarakat mengenai penyebaran kanker pada anak. Kehadiran Pita Kuning dalam seminar tersebut juga merupakan sebuah awal dari perkenalan dengan organisasi dan komunitas kanker lainnya yang ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Nah, kalau Angels, apakah ada kegiatan atau kampanye yang diikuti dalam rangka menyambut Bulan Kesadaran Kanker Anak? Share ceritamu di kolom komentar ya..