Pandji Pragiwaksono

Pandji

Pandji Pragiwaksono

Pembina Pita Kuning

Saya sering ditanya "Kenapa kanker? Apakah ada anggota keluarganya yang terkena kanker?" Kepedulian saya terhadap kanker pada anak datang dari sebuah kejadian di pertengahan 2006. Kala itu beberapa minggu sebelum Ramadhan, saya diminta seorang kawan untuk datang ke RS Kanker Dharmais. Katanya ada seorang anak yang sudah masuk stadium akhir, kondisinya sudah berat untuk ditolong, dan dia ingin ketemu saya karena katanya suka nonton saya di TV. Ketika datang ke sana, saya bukan hanya bertemu dengan anak tersebut, tapi juga banyak anak tidak mampu yang kesulitan dalam pembiayaan. Kala itu saya bertanya dengan dokter Edi Tehuteru spesialis kanker anak, siapa yang membantu anak-anak ini kalau kondisi keuangan mereka seperti ini. Jawaban dokter Edi, Dokdi panggilan akrabnya, mengejutkan saya. Menurut beliau, walaupun anak anak ini punya jamkesmas tapi biasanya kurang karena ada plafonnya. Sehingga sekumpulan ibu ibu arisan ekspat dari berbagai negara seperti Inggris, Belanda, Amerika, dll sering mengumpulkan uang untuk disumbangkan ke anak-anak ini. Saya pikir, malu juga anak anak Indonesia dibantu oleh orang asing. "Kemana orang Indonesia-nya?" tanya saya dalam hati. Akhirnya menjelang bulan Ramadhan saya usul ke program radio tempat saya siaran "Good Morning Hardrockers" untuk memprofilkan anak-anak ini sepanjang Ramadhan. Setelah 30 hari berpuasa, uang yang terkumpul sekitar 30 juta rupiah & beberapa orang ingin membantu lebih. Dari situ, lahirlah Community for Children with Cancer (C3). Community for Children with Cancer berubah jadi Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia di April 2007 agar kami bisa punya rekening atas nama yayasan, menggantikan rekening pribadi yang selama ini kami pakai. Kini 10 tahun kemudian saya masih aktif sebagai pembina di yayasan ini. Kadang jenuh, kadang terasa berat, tapi saya bertahan karena anak-anak pasien kanker ini membutuhkan kami. Orang tuanya terutama juga merasa berat menjalani keseharian mereka. Beratnya menjalankan yayasan ini tentu tidak ada apa-apanya. Itulah mengapa saya masih di sini. Itulah mengapa, #sayapitakuning. #SayaPitaKuning, mari bergabung bersama kami...
Mari menjadi bagian Pita Kuning