Kanker Pada Anak

Menurut Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan setiap tahun penderita kanker di dunia bertambah 6,25 juta orang, dan dari jumlah tersebut, 4 persen atau 250 ribu penderita adalah anak-anak (as per Feb 2011). Diperkirakan setiap tahunnya ada 4.100 kasus baru kanker pada anak di Indonesia, di Jakarta 650 kasus baru kanker pada anak Kanker pada anak terbagi 2, yaitu yang cair (kanker darah/leukemia) dan yang padat (tumor padat). Yang harus di waspadai gejala leukemia:
  • anak terlihat pucat
  • sering demam
  • perdarahan seperti mimisan
  • gusi berdarah
  • perdarahan kulit (seperti pada anak dengan demam berdarah)
Selain itu juga yang harus diwaspadai gejala tumor padat adalah adanya benjolan yang timbul pada tubuh anak. Kanker yang paling banyak dijumpai pada anak-anak adalah kanker darah atau leukemia (25-30%), disusul oleh retinoblastoma (kanker retina mata), limfoma (kanker kelenjar getah bening), neuroblastoma (kanker saraf), kanker ginjal (tumor Wilms), rabdomiosarkoma (kanker otot lurik), dan osteosarkoma (kanker tulang). Dari sekian banyak jenis kanker pada anak, baru satu jenis kanker yang mempunyai ‘tools’ untuk mendeteksi secara dini, yaitu kanker bola mata (retinoblastoma). Kanker pada anak belum diketahui penyebabnya hingga kini dan tidak bisa di cegah. Pengobatannya pada dasarnya sama dengan orang dewasa, yaitu kombinasi antara operasi, kemoterapi, radiasi, dan transplantasi sumsum tulang. Kanker pada dasarnya dapat di obati dan sembuh, apabila kanker tersebut ditemukan pada stadium awal, sehingga sangat penting bagi kita untuk mewaspadai gejala kanker pada anak.

Leave a Reply