Alif, Si Pemancing Ulung

Hai, namaku Muhammad Alif Abiansyah, orang tuaku memanggilku Alif. Aku lahir di Bogor, 12 Feb 2012 dan kini usiaku 4 tahun.

Pertama kali aku didiagnosa memiliki kanker Neuroblastoma pada tahun 2015. Ketika usiaku masih 3 tahun. Saat ini, sudah 1,5 tahun aku dirawat di RS Kanker Dharmais. Awalnya aku dirawat di RS Thamrin. Namun, setelah dioperasi terjadi pembesaran dan akhirnya dirujuk ke RS Kanker Dharmais. Aku sangat suka memancing bersama ayahku. Aku suka saat aku mendapatkan ikan di sungai, kemudian ku berikan kepada ibu. Semenjak memiliki kanker, aku jadi kesulitan untuk memancing bersama ayah.

Saat ini, Aku adalah #AnakPitaKuning. Aku berharap kanker ini segera bisa diobati, dan aku bisa kembali sering memancing bersama ayah. Aku juga ingin bisa belajar di sekolah dan bertemu teman-teman baru nanti.


Reza Setiawan: “Aku Mau Jadi Dokter yang Bisa Ngobatin Banyak Orang”

Namaku Muhammad Reza Setiawan, teman-teman di sekolah biasanya memanggil aku Reza. Saat ini aku berusia 15 tahun dan sedang sekolah kelas 3 SMP. Aku lahir di Jakarta, 19 September 2001. Pertama kali harus berkenalan dengan kanker itu tahun ini.

Di awal tahun 2016 aku merasakan ada benjolan di leherku, tapi tidak sakit. Kemudian, lama-lama benjolan itu semakin banyak. Orang tua ku kemudian memeriksakan aku ke dokter umum agar bisa dicek di laboratorium. Oh ya, saat itu juga leukosit ku tinggi, sehingga harus menjalani rawat inap.

Pada awalnya aku dirawat di RSUD Cengkareng kemudian dilakukan biopsi. Saat itu, hasilnya belum terlalu jelas dan orangtuaku sudah mulai cemas. Setelah, dua bulan, baru ketahuan kalau aku memiliki kanker limfoma non-hodgkin. Karena di RSUD Cengkareng tidak memadai untuk melakukan kemoterapi anak, akhirnya aku dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo. Akhirnya aku dirujuk ke RS Kanker Dharmais hingga saat ini.

Aku sangat suka bermain game online bersama teman-teman ku. Meskipun aku suka bermain game, aku tidak ingin sekolahku terganggu. Karena, jika sudah besar nanti, aku ingin sekali jadi dokter dan bisa mengobati banyak orang khususnya anak-anak yang memiliki kanker.

Aku #AnakPitaKuning, aku ingin bisa kembali bersekolah seperti biasanya dan mewujudkan cita-citaku menjadi seorang dokter.


Jafis, Si Jagoan Main Game

Halo, namaku Muhamad Jafissyah atau biasa dipanggil Jafis, aku adalah #AnakPitaKuning. Aku lahir di Bekasi, 2 Mei 2008. Saat ini aku berusia 8 tahun dan terakhir kali, aku sedang duduk di bangku kelas 2 SD.

Pada bulan Juni 2015 saat di sekolah, tiba-tiba tangan kananku tidak bisa memegang pensil. Aku tidak tahu apa yang terjadi dan merasa cemas. Dua minggu kemudian kaki kananku tidak bisa memakai sandal. Kemudian orangtuaku memeriksakan aku ke dokter. Hingga bulan Oktober 2015, orangtuaku membawaku berobat bolak-balik ke dokter dan ternyata dokter bilang, ada syaraf yang terjepit.

Bulan November, aku mengalami muntah-muntah beberapa kali selama satu minggu. Kemudian aku dibawa ke RS Hermina Bekasi dan dilakukan pemeriksaan. RS menyarankan agar aku dioperasi tapi biayanya mahal sekali. Di bulan yang sama, aku dibawa ke RS Kanker Dharmais. Dokter di sini menyatakan bahwa ada tumor ganas di otakku yang ukurannya sudah sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Pada 21 November 2016 aku mengalami muntah-muntah hebat hampir 24 jam. Keesokan paginya aku sudah tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke ICU. Hingga aku hanya bisa tiduran saja di tempat tidur.

Semenjak dirawat di rumah sakit, aku jadi tidak bisa bermain game di komputer. Padahal aku sangat jago main game di komputer. Aku ingin bisa kembali ke sekolah dan bermain game bersama-teman-temanku.


Ali Hasan, Calon Polisi yang Jago Bernyanyi

Hai, namaku Ali Hasan, aku adalah #AnakPitaKuning. Bulan Agustus lalu, aku genap berusia 5 tahun.

Di awal tahun 2012, saat usiaku bahkan belum menginjak satu tahun aku mengalami kecelakaan. Aku mengalami patah kaki pada kecelakaan tersebut. Kemudian, setelah beberapa bulan ternyata timbul benjolan. Satu tahun kemudian, aku menjalani operasi. Ternyata, dari hasil operasi tersebut dokter bilang ditemukan kanker otot. Kemudian aku menjalani pemeriksaan kembali di RS Dharmais dan aku dinyatakan kanker syaraf stadium 4.

Aku suka sekali bernyanyi, aku ingin terus bisa bernyanyi dan menghibur orang-orang disekitarku. Kalau nanti kanker di tubuhku sudah tidak ada, aku ingin bisa sekolah. Aku tidak sabar ingin bersekolah, karena aku punya cita-cita menjadi polisi atau seorang dokter.


Rizal Bani, Gamer Tangguh yang Ingin Jadi Presiden

Halo, namaku Syamsur Rizal Bani Zamzam, biasa dipanggil sama teman-teman Rizal. Aku lahir di Tangerang, 20 April 2009 dan saat ini aku berusia 7 tahun loh.. Oh ya aku juga baru masuk SD kelas satu. Pertama kali didiagnosa kanker, aku masih berumur 4 tahun. Saat itu, kira-kira Oktober 2013 aku mengalami demam beberapa kali. Kemudian ayah dan ibu membawaku ke RS Sari Asih untuk diperiksa. Dokter bilang, ada monster jahat yang berada di dalam pankreasku. Monster jahat itu bernama kanker. Saat dokter memberitahukan kedua orang tuaku, mereka tidak percaya. Akhirnya mereka membawaku ke rumah sakit lain yaitu RS Fatmawati. Tapi sayang, ketika dibawa ke RS Fatmawati, kondisi tubuhku semakin memburuk, berat badanku pun turun. Karena berbagai hal dan pertimbangan akhirnya aku pun kembali lagi ke RS Sari Asih dan hingga akhirnya dirujuk ke RS Kanker Dharmais sampai sekarang. Aku suka sekali dengan transformer dan main game, setiap game yang aku mainkan, aku selalu tertantang untuk menang. Ketika menjalani perawatan atau sedang bosan aku pasti main game. Aku ingin sekali dapat menjadi gamer yang handal dan tangguh. Tapi, walau aku suka sekali game, aku juga suka belajar. Aku senang belajar, karena aku ingin sekali suatu saat nanti bisa jadi Presiden Indonesia. Saat ini aku adalah #AnakPitaKuning, aku berharap, suatu saat nanti akan ada robot transformer hebat yang akan bantu aku mengalahkan monster jahat di dalam tubuhku, sehingga akau bisa sekolah dengan baik dan meraih cita-citaku untuk menjadi seorang Presiden. Oh ya, juga untuk beli game yang banyak..

Hety A. Nurcahyarini, Key Volunteer Pita Kuning

Hai, nama saya Hety A. Nurcahyarini, biasa disapa Hety. Saat ini saya bekerja di Filantropi Indonesia, sebuah asosiasi filantropi se-Indonesia sebagai Program and Communication Officer. Selain itu saat ini saya juga sedang membantu TemanTakita.com sebagai Community Relations dan juga beberapa komunitas/organisasi lainnya, seperti Pita Kuning.

Sejak kuliah, saya senang sekali ikut dan aktif sebagai volunteer dalam berbagai kegiatan dan komunitas anak muda yang fokus terhadap pendidikan. Sejak kuliah saya lebih senang kegiatan atau aktivitas yang ada di luar ruangan, ikut komunitas dan menjadi relawan. Beberapa organisasi dan aktivitas relawan yang pernah saya ikut beberapa di antaranya adalah Coin a Change Yogyakarta, Sabang Merauke, Indonesia Berkibar, Hadiah Sahabat, Hari Komunitas, Pisgen Yogja dan Indonesia Mengajar sebagai pengajar muda pada 2011-2012 lalu. Di saat senggang, saya senang jalan-jalan dan menulis di blog pribadi saya, mynameishety.wordpress.com.

Ketertarikan dan minat saya terhadap dunia pendidikan berubah menjadi sebuah kecintaan sejak menjadi Pengajar Muda di Indonesia Mengajar 2011-2012. Ketika itu saya selama 1 tahun, mengajar di Pulau Bawean, Kab. Gresik. Pagi mengajar SD, sore mengajar MTs, menyenangkan sekali!

Setelah dari Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fisipol Universitas Gadjah Mada pada tahun 2006 dan hingga kini berdomisili di Jakarta, kecintaan saya terhadap dunia volunteering dan juga pendidikan tidak pernah hilang. Bagi saya, menjadi relawan selalu membuka pandangan mengenai hal baru yang belum pernah saya ketahui. Menjadi relawan itu seperti belajar di sekolah, tapi tidak melulu tentang bangku dan buku. Saat kita berbagi waktu, pikiran, tenaga untuk kegiatan relawan, semuanya akan kembali kepada kita dalam bentuk lain. Bukan berarti materi, melainkan sesuatu yg lebih personal, dan membuat kita lebih bijak menjalani kehidupan tentunya. Berbagi itu gratis, tidak perlu menunggu kaya. Tinggal bagaimana kita dapat menyediakan 'ruangan' dalam hidup kita untuk diisi dengan kebahagiaan orang lain.

Ini adalah kali pertama saya terlibat di kegiatan kerelawanan yang bersifat kemanusiaan (menolong anak-anak dengan sakit kanker) di Pita Kuning. Namun, bagi saya ini adalah kesempatan untuk dapat belajar lebih banyak. Terlebih soal volunteering, ini bukan pelajaran di buku, tapi harus praktik. Saya senang bisa bertukar ide tentang volunteering dengan teman-teman lain, seperti Kak Fikri, Kak Yudha dan Kak Yosea. Selain itu, dapat kesempatan belajar menyusun kurikulum untuk anak dengan sakit kanker, menjadi salahn satu alasan ketertarikan saya bergabung dalam membantu Pita Kuning baru.

Saya berharap, semoga apa yang dilakukan Pita Kuning baru bisa menginspirasi teman-teman di luar sana untuk peduli dan mau terlibat membantu adik-adik kita yang memiliki kanker. Keterlibatannya yang tidak dibatasi dan kesiapan untuk mengakomodasinya, minimal informasi, membuat saya yakin Pita Kuning ke depan akan lebih baik lagi. Semoga Pita Kuning panjang umur dengan formasi baru dan semangat barunya!


Yudha Adyaksa, Key Volunteer Pita Kuning

Hai, nama saya Yudha Adyaksa, atau biasa dikenal dengan Yudha. Sejak SD saya sangat tertarik dengan dunia kepramukaan, bahkan hingga kini, hal itu terus mengalir dalam diri saya. Saat ini saya dipercaya untuk menjabat posisi Ketua Dewan Kerja Nasional Gerakan Pramuka Indonesia untuk yang kedua kalinya.

Selain aktif di Dewan Kerja Nasional Gerakan Pramuka Indonesia, saya juga aktif di beberapa kegiatan sosial kepemudaan seperti Indonesia Berkibar dan Messenger of Peace. Di luar berbagai organisasi tersebut, saya juga aktif dalam kegiatan sosial di kantor saya, Hepi.Inc, yang juga memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial.

Berbicara soal kegiatan volunteering atau kegiatan sosial kepemudaan, banyak hal menarik yang bisa saya dapatkan.  Menariknya dari kegiatan volunteering adalah karena kita dapat melihat lebih dekat sebuah permasalahan sosial. Selain itu bagi saya mengikuti kegiatan volunteering atau kegiatan sosial lainnya dapat membantu mewujudkan salah satu mimpi saya dan juga mimpi banyak orang, yaitu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang sekitar.

Hal menarik atau manfaat lainnya yang saya rasakan dari mengikuti kegiatan kepramukaan, volunteering dan kegiatan sosial adalah dapat turut serta aktif dalam berbagai forum dunia. Volunteering mengantarkan saya hingga menjadi delegasi Indonesia untuk wilayah Asia Pasifik dlm Youth Scout Forum Bangladesh (2013), delegasi dalam World Scout Youth Forum (2014) di Slovenia, bahkan memperoleh kesempatan bekerja di Putera Sampoerna Foundation sebagai Social media specialist di digital and social media department.

Volunteer adalah bukti nyata kita turun tangan akan suatu permasalahan. Sedih jika anak muda hanya bisa bicara saja. Karena menurut saya berbagi tidak mengurangi ilmu, justru memperbanyak ilmu serta memperbanyak jaringan.

Salah satu prinsip hidup saya saat ini adalah dapat menjadi bermanfaat bagi orang lain. Terlebih dengan giat sosial dan mendukung kegiatan yang diusung oleh Pita Kuning baru dalam membantu anak pasien kanker dari keluarga yang membutuhkan. Karena saya melihat Pita Kuning adalah sebuah inisiasi yang sangat mulia, maka saya ingin turut berkontribusi dalam menata dan menyusun formulasi dari sisi volunteering yang lebih rapi, agar kegiatan volunteering tersebut berjalan optimal dan maksimal.

Saya sangat memahami tidak semua orang punya rasa sosial yang tinggi dan rela aktivitasnya terganggu. Tapi hal itu adalah tantangan dan keseruannya dalam mengelola relawan sosial. Perlu hal yang jelas dalam mengatur kerja dari dalam hal relawan di Pita Kuning agar dapat optimal. Harapan ke depan, semoga Pita Kuning baru dapat menemukan formulasi yang tepat dalam mengelola volunteer. Selain itu diharapkan Pita Kuning dapat menciptakan hal-hal visual mulai dari sederhana yang dapat membantu menggambarkan Pita Kuning baru serta menyampaikan pesan-pesan tentang tujuan yayasan. Sehingga, akan banyak unsur yang mendukung Pita Kuning baru dengan misi mulianya.


Muhammad Fikri, Key Volunteer Pita Kuning

Halo, nama saya Muhammad Fikri, biasa dikenal dengan Fikri.

Saat ini saya berkesibukan sebagai Head of Community Management di salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia, Bukalapak dan juga menjadi salah satu pengajar di STIKOM London School of Public Relations Jakarta. Ketertarikan saya terhadap gerakan sosial dan organisasi kepemudaan serta komunitas sudah hadir sejak di bangku kuliah. Diawali dengan passion saya yang suka berbagi dan bertemu dengan orang baru, saya bergabung dengan salah satu gerakan sosial pemuda Peace Generation Yogyakarta untuk pertama kali pada tahun 2005. Saya juga sempat menjadi ketua organisasi kepramukaan UGM di tahun berikutnya.

Setelah menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi UGM di awal 2009, saya bekerja di bidang pendidikan, kepemudaan dan budaya di Yogyakarta selama kurang lebih 1,5 tahun. Merasa ketertarikan saya di bidang kerelawanan kurang tersalurkan, di tengah 2011 saya hijrah ke Jakarta dan bergabung dengan United Nations Volunteer (UNV) yang berkantor di bilangan Thamrin Jakarta Pusat. Selama setahun menjabat National Coordinator dan berurusan dengan UN Volunteer dengan menggunakan platform digital, ketertarikan saya di bidang media sosial dan digital marketing semakin besar dan menjadi. Hingga akhirnya dari tahun 2012 hingga 2014 saya berkesempatan bekerja di Putera Sampoerna Fondation sebagai Digital Community Officer.

Selama bekerja sebagai professional di bidang PR, media sosial dan digital marketing, pengalaman saya sebagai relawan juga saya dapatkan melalui Gerakan Indonesia Berkibar dan Rotaract Semanggi. Di Rotaract Semanggi sendiri saya berkesempatan merasakan pengalaman berperan sebagai Vice President dan Public Relations Director. Kecintaan saya terhadap dunia kepemudaan, komunitas, dan dunia digital mendorong saya untuk melanjutkan studi dan memperoleh gelar Master di The University of Amsterdam, Belanda melalui Program Beasiswa LPDP.

Mungkin terdengar klise, tapi saya merasa volunteering lewat gerakan sosial adalah cara kita untuk melakukan kontribusi paling minimal. Karena seringkali yang saya temui, banyak teman-teman mau berkontribusi akan tetapi tidak mengetahui bagaimana caranya dan di mana. Dengan berkegiatan sosial, selain mendapatkan energi positif baru, kita juga bisa dapat lebih menghargai keberbedaan dan lebih peka. Dan yang juga paling mengesankan, di tengah tahun 2013 saya diundang oleh Kedutaan Amerika Serikat untuk mengikuti program Global Service Leaders selama 3 minggu di Chicago, Washington D.C., dan Indianapolis. Ini salahsatunya dipicu dengan beberapa cerita saya di media sosial saat melakukan penggalangan dana dan mobilisasi bantuan saat gempa Jogja yang terjadi beberapa tahun lalu.

Nah pengalaman-pengalaman yang saya dapat ini rasa-rasanya sangat disayangkan kalau tidak saya bagi dengan teman-teman yang lain. Saya pikir dengan menjadi bagian dari Pita Kuning, paling tidak saya sedikit bisa berkontribusi walaupun mungkin porsinya masih sangat sedikit. Namun saya percaya bahwa apapun bentuk kontribusi yang kita lakukan, sekecil apapun itu, akan sangat berharga bagi kemajuan Pita Kuning agar lebih terus bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan. Jadi apapun bentuk kontribusi yang kita lakukan, baik berupa materi, waktu, tenaga, dan pikiran, adalah merupakan sebuah langkah nyata agar Pita Kuning dapat terus tumbuh dan berkembang.


Ita D. Azly, Taskforce Psikoklinis Anak Pita Kuning

Halo, nama saya Ita D. Azly, atau orang lebih sering mengenal saya dengan panggilan “Mba Ita”. Saya adalah seorang konsultan psikologi & pemerhati work & family life. Selain menjalankan praktek pribadi, saat ini saya juga menjadi mitra psikolog di SAUH Psychological Services. Dalam prakteknya, saya sering kali memberikan pendampingan bagi individu (khususnya remaja & dewasa) serta keluarga melalui konseling & psikoterapi. Selain itu sebagai konsultan psikologi saya juga kerap kali memberikan professional assistance bagi komunitas, organisasi dan perusahaan.

Terjun ke dalam dunia psikologi bagaikan panggilan jiwa bagi diri saya. Bahkan, sejak SMA saya sudah bercita-cita menjadi psikolog. Bagi saya, hal ini lebih dari sekedar passion. Saya mengawali karir dengan terlebih dahulu menempuh pendidikan S1 & S2 di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan kemudian mengawali praktek sejak tahun 1995.

Sejak awal karir saya hingga sekarang sebagai psikolog, banyak pengalaman menarik yang saya bisa dapatkan tentang manusia dan segala keunikannya. Hampir setiap hari saya harus berhadapan dengan berbagai kasus, mulai dari individu (remaja dan dewasa) hingga keluarga. Bagi saya bertemu dengan orang-orang tersebut merupakan salah satu hal menarik dan menyenangkan dari menjadi seorang psikolog.

Kesehatan psikis adalah hal yang penting selain dari kesehatan fisik seseorang. Tidak hanya bagi mereka yang beruntung memiliki kondisi tubuh yang baik, namun juga bagi mereka yang memiliki keterbatasan pada tubuh mereka. Seperti halnya anak pasien kanker, support secara psikis penting bagi mereka. Kesehatan fisik dan psikis adalah satu kesatuan dan saling mempengaruhi.

Alasan saya bergabung dan ingin membantu Pita Kuning adalah karena dua alasan. Pertama, secara personal, saya berminat dan tertarik pada berbagai kegiatan sosial dan untuk kemanusiaan. Hal ini adalah sebagai bentuk dari personal social responsibility dari diri saya. Kedua, secara profesional, saya merasa memiliki bekal ilmu dan pengalaman yang saya rasa dan tahu sangat diperlukan oleh Pita Kuning. Oleh karena itu saya ingin berkontribusi.

Kehadiran saya sebagai salah satu tim ahli dalam mendukung Pita Kuning, diharapkan dapat membantu membuat sebuah formulasi dan rumusan konsep dan disain yang jelas, terarah serta sesuai kebutuhan dalam mendukung efektivitas program dan pencapaian misi yayasan. Membangun kemitraan yang bisa bersinergi dan saling melengkapi, terutama dengan bekal ilmu, pengalaman dan passion yang saya miliki. Karena saya yakin, Pita Kuning memiliki program yang sangat mulia dan memang diperlukan, khususnya bagi pasien kanker anak dan keluarga yg membutuhkan.

Dengan dukungan tim yang baru, harapan saya ke depan bagi Pita Kuning baru adalah, yayasan ini dapat berperan penting mewujudkan kepedulian bagi pasien kanker anak dan keluarga. Yaitu dalam bentuk penyaluran dana bantuan dan pendampingan yang humanis serta profesional bagi pasien kanker anak dan keluarga di seluruh Indonesia.


Setelah Berdiri 10 Tahun, Pita Kuning Adakan Rekrutmen Secara Profesional

Jakarta, 6 Agustus 2016 – Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia menjadi sebuah yayasan yang dipercaya oleh masyarakat hingga sekarang. Kepercayaan dan dukungan masyarakat yang terus mengalir menjadikan Pita Kuning sebagai sebuah yayasan yang berperan aktif dalam menggalang kepedulian terhadap kanker anak di Indonesia.

Berangkat dari kepercayaan masyarakat tersebut Pita Kuning saat ini berusaha untuk melakukan perbaikan. Sejak Juni 2016 hingga Juli 2016, Pita Kuning membuka kesempatan yang sebesar-besarnya kepada mereka yang tertarik untuk bergabung bersama manajemen Pita Kuning serta memiliki ketertarikan dan perhatian terhadap dunia sosial, khususnya kanker anak. Pada periode tersebut rekrutmen dengan tajuk #SayaPitaKuning gencar diinformasikan di media sosial baik Twitter dan Facebook Page Pita Kuning, dan jalur-jalur forum sosial lainnya. Diharapkan Pita Kuning dapat memperoleh kandidat profesional muda yang memiliki persamaan rasa.

Beberapa posisi yang dibutuhkan di antaranya; Marketing and Communication Manager, Fundraising Manager, CSR Manager/Coordinator, Communituy Coordinator, Secretary & GA, Finance & Accounting serta Social Media Specialist. Semua pelamar pada posisi batch 1 recruitment #SayaPitaKuning tersebut telah melewati seleksi ketat yang ditutup 31 Juli 2016 lalu.

2016-08-06 13.23.11

Saat ini, Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia berhasil menyaring 300an pelamar yang terbagi atas kandidat untuk Tim Operasional dan kandidat untuk Tim Relawan #SayaPitaKuning. Pada Sabtu dan Minggu, 6-7 Agustus 2016 yang lalu diadakan proses seleksi tahap wawancara di dua tempat berbeda. Seleksi wawancara untuk menyaring kandidat Tim Operasional Pita Kuning diadakan pada hari Sabtu, 6 Agustus 2016 yang berlokasi di TierSpace, coworking space yang berada di Jl. Bakti No. 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sedangkan dalam menyaring kandidat Relawan Pita Kuning diadakan pada hari Minggu, 7 Agustus 2016 di Loop Station Telkomsel, Jl. Mahakam, Blok M, Jakarta Selatan.

2016-08-07 11.03.41

2016-08-07 11.03.26

Pada dasarnya, tujuan Pita Kuning masih sama, yaitu berusaha menyalurkan bantuan dana memfasilitasi pemenuhan kebutuhan proses pengobatan dan membantu meningkatkan kualitas hidupnya dengan baik kepada pasien kanker anak dari keluarga yang tidak mampu. Namun untuk memenuhi layanan dengan baik diperlukan perubahan kinerja termasuk sistem kerja dan tidak lupa struktur organisasi yang didukung oleh orang-orang yang memiliki latar belakang dan pengalaman sesuai dengan peran masing-masing.

“Tujuan diadakannya rekrutmen #SayaPitaKuning ini adalah untuk mencari kandidat yang tepat, sepaham dan memiliki semangat yang sama demi kemajuan Pita Kuning yang baru. Bersama-sama membangun suatu formulasi yang tepat penyaluran dana bantuan bagi pasien kanker anak dari keluarga yang tidak mampu”, ujar Tyas Handayani, Ketua Pita Kuning baru.

Ikuti terus media sosial Pita Kuning dan hashtag #SayaPitaKuning untuk mengetahui kelanjutan cerita kami 🙂

2016-08-07 15.48.59