Muhammad Fikri, Key Volunteer Pita Kuning

Halo, nama saya Muhammad Fikri, biasa dikenal dengan Fikri.

Saat ini saya berkesibukan sebagai Head of Community Management di salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia, Bukalapak dan juga menjadi salah satu pengajar di STIKOM London School of Public Relations Jakarta. Ketertarikan saya terhadap gerakan sosial dan organisasi kepemudaan serta komunitas sudah hadir sejak di bangku kuliah. Diawali dengan passion saya yang suka berbagi dan bertemu dengan orang baru, saya bergabung dengan salah satu gerakan sosial pemuda Peace Generation Yogyakarta untuk pertama kali pada tahun 2005. Saya juga sempat menjadi ketua organisasi kepramukaan UGM di tahun berikutnya.

Setelah menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi UGM di awal 2009, saya bekerja di bidang pendidikan, kepemudaan dan budaya di Yogyakarta selama kurang lebih 1,5 tahun. Merasa ketertarikan saya di bidang kerelawanan kurang tersalurkan, di tengah 2011 saya hijrah ke Jakarta dan bergabung dengan United Nations Volunteer (UNV) yang berkantor di bilangan Thamrin Jakarta Pusat. Selama setahun menjabat National Coordinator dan berurusan dengan UN Volunteer dengan menggunakan platform digital, ketertarikan saya di bidang media sosial dan digital marketing semakin besar dan menjadi. Hingga akhirnya dari tahun 2012 hingga 2014 saya berkesempatan bekerja di Putera Sampoerna Fondation sebagai Digital Community Officer.

Selama bekerja sebagai professional di bidang PR, media sosial dan digital marketing, pengalaman saya sebagai relawan juga saya dapatkan melalui Gerakan Indonesia Berkibar dan Rotaract Semanggi. Di Rotaract Semanggi sendiri saya berkesempatan merasakan pengalaman berperan sebagai Vice President dan Public Relations Director. Kecintaan saya terhadap dunia kepemudaan, komunitas, dan dunia digital mendorong saya untuk melanjutkan studi dan memperoleh gelar Master di The University of Amsterdam, Belanda melalui Program Beasiswa LPDP.

Mungkin terdengar klise, tapi saya merasa volunteering lewat gerakan sosial adalah cara kita untuk melakukan kontribusi paling minimal. Karena seringkali yang saya temui, banyak teman-teman mau berkontribusi akan tetapi tidak mengetahui bagaimana caranya dan di mana. Dengan berkegiatan sosial, selain mendapatkan energi positif baru, kita juga bisa dapat lebih menghargai keberbedaan dan lebih peka. Dan yang juga paling mengesankan, di tengah tahun 2013 saya diundang oleh Kedutaan Amerika Serikat untuk mengikuti program Global Service Leaders selama 3 minggu di Chicago, Washington D.C., dan Indianapolis. Ini salahsatunya dipicu dengan beberapa cerita saya di media sosial saat melakukan penggalangan dana dan mobilisasi bantuan saat gempa Jogja yang terjadi beberapa tahun lalu.

Nah pengalaman-pengalaman yang saya dapat ini rasa-rasanya sangat disayangkan kalau tidak saya bagi dengan teman-teman yang lain. Saya pikir dengan menjadi bagian dari Pita Kuning, paling tidak saya sedikit bisa berkontribusi walaupun mungkin porsinya masih sangat sedikit. Namun saya percaya bahwa apapun bentuk kontribusi yang kita lakukan, sekecil apapun itu, akan sangat berharga bagi kemajuan Pita Kuning agar lebih terus bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan. Jadi apapun bentuk kontribusi yang kita lakukan, baik berupa materi, waktu, tenaga, dan pikiran, adalah merupakan sebuah langkah nyata agar Pita Kuning dapat terus tumbuh dan berkembang.


Leave a Reply